Mutasi Berbasis Kompetensi, Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby Perkuat Birokrasi, Enam Kelurahan Kini Dipimpin Perempuan
waktu baca 3 menit
Minggu, 8 Mar 2026 23:02 244 Banjarbaru Emas 2
Foto : Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, saat melantik sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Banjarbaru sebagai bagian dari penyegaran birokrasi berbasis kompetensi, Jumat (6/3/2026).(BE)
BANJARBARUEMAS.COM — Langkah penyegaran birokrasi kembali dilakukan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru, Jumat (6/3/2026).
Prosesi pelantikan yang berlangsung di Aula Gawi Sabarataan itu menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi sekaligus upaya memacu akselerasi pembangunan di Kota Idaman.
Pelantikan tersebut bukan sekadar rotasi rutin. Wali Kota Lisa menegaskan, mutasi dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan penyegaran, dengan mempertimbangkan kompetensi, kualifikasi, serta rekam jejak kinerja para aparatur sipil negara (ASN).
“Selamat menjalankan amanah baru yang telah dipercayakan kepada saudara-saudara. Perlu diingat bahwa ada tanggung jawab besar secara moral, sosial, maupun tanggung jawab kepada Tuhan yang harus diemban dengan dedikasi, integritas, dan profesionalisme,” ujar Wali Kota Lisa dalam sambutannya.
Menurut dia, jabatan struktural bukanlah simbol status, melainkan instrumen pelayanan publik. Karena itu, setiap pejabat dituntut menunjukkan kinerja terbaik sekaligus menjadi teladan bagi bawahan dan masyarakat.
Lisa menjelaskan bahwa penempatan pejabat telah melalui proses evaluasi yang ketat dan transparan. Pemerintah kota, kata dia, berupaya memastikan setiap posisi diisi oleh figur yang tepat sesuai kebutuhan organisasi.
“Penempatan ini mempertimbangkan aspek kompetensi, kualifikasi, dan rekam jejak kinerja masing-masing individu. Tujuannya agar seluruh potensi ASN dapat dimaksimalkan,” katanya.
Langkah ini dinilai penting di tengah tuntutan percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas layanan publik. Penyegaran struktur organisasi, lanjutnya, merupakan bagian dari strategi membangun birokrasi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pelantikan jilid III ini juga menjadi momentum konsolidasi menuju pencapaian visi dan misi kepala daerah. Wali Kota Lisa mengingatkan bahwa seluruh pejabat yang dilantik memegang peran penting dalam mewujudkan Visi Banjarbaru EMAS.
“Ini adalah langkah awal saudara-saudara untuk mendukung pencapaian visi dan misi tersebut,” ujarnya.
Lurah Perempuan Kian Bertambah
Sorotan lain dalam pelantikan kali ini adalah semakin kuatnya representasi perempuan dalam jabatan strategis. Setelah sebelumnya melantik satu camat perempuan di Kecamatan Liang Anggang, Wali Kota Lisa kembali mempercayakan dua jabatan lurah kepada aparatur perempuan.
Rifda Iklila dilantik sebagai Lurah Kemuning setelah sebelumnya menjabat Kasubag Administrasi Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota. Sementara Fitria Khairani, yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Liang Anggang, kini dipercaya menjadi Lurah Syamsudin Noor.
Dengan pelantikan tersebut, dari total 20 kelurahan di Banjarbaru, enam kini dipimpin oleh lurah perempuan, yakni Loktabat Selatan, Guntung Payung, Sungai Besar, Syamsudin Noor, Kemuning, serta satu kelurahan lain yang telah lebih dahulu dipimpin perempuan.
Wali Kota Lisa menegaskan, kepemimpinan tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh kapasitas dan kemampuan.
“Laki-laki atau perempuan sama saja. Selama mempunyai kemampuan, kenapa tidak diberikan kesempatan untuk menjadi leader,” katanya.
Wali kota Lisa juga mengingatkan bahwa pelantikan ini bukan hanya pesan bagi pejabat yang baru dikukuhkan, tetapi bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkot Banjarbaru. Ia mendorong aparatur menjadi agen perubahan yang efektif dan efisien dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita semua harus menjadi agen perubahan yang bekerja efektif dan efisien demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bagi Wali Kota Lisa, pelantikan bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Tantangan pelayanan publik yang dinamis menuntut kesungguhan kerja, kepemimpinan yang inklusif, serta komitmen kuat untuk membawa Banjarbaru semakin elok, maju, adil, dan sejahtera.
“Pelantikan ini adalah awal tanggung jawab yang lebih besar. Dibutuhkan kesungguhan dan komitmen untuk membawa Banjarbaru semakin elok, maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.(be)
Tidak ada komentar