BANJARBARUEMAS.COM — Dalam peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada kemajuan kota, tetapi juga pada upaya menjaga identitas daerah. Merawat ingatan kolektif tentang budaya lokal menjadi bagian penting dari arah pembangunan tersebut. Dalam semangat itulah, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Komite Ekonomi Kreatif menghadirkan Festival Film Siswa & Santri 2026 bertema “Gastronomi Banjarbaru dalam Layar Kreatif”.
Festival ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap, dimulai dari pendaftaran dan pengiriman karya pada 20 Maret hingga 10 April 2026, dilanjutkan proses penjurian pada 11–15 April 2026, serta pengumuman finalis pada 16 April 2026. Rangkaian ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berproses dan berkarya, sekaligus menampilkan perspektif mereka dalam memaknai kekayaan kuliner Banjar sebagai bagian dari identitas kota.
Lebih dari itu, festival ini membuka ruang ekspresi bagi generasi muda untuk mengenali kembali akar budayanya. Melalui film, mereka diajak mendokumentasikan kekayaan kuliner Banjar tidak hanya sebagai praktik keseharian, tetapi sebagai cerita yang menyimpan sejarah, nilai, dan kearifan lokal yang terus hidup di tengah masyarakat.
Berbagai kuliner khas seperti Soto Banjar, mandai, ayam masak habang—yang juga dikenal sebagai ayam masak “bom” hingga ragam wadai Banjar menjadi titik berangkat cerita. Di balik setiap hidangan, tersimpan kisah tentang dapur keluarga, tradisi turun-temurun, hingga perjuangan para pelaku usaha kuliner lokal.
Festival yang terbuka bagi siswa dari jenjang SMP hingga SMA serta santri pondok pesantren ini memberi ruang partisipasi baik secara individu maupun kelompok. Setiap karya film berdurasi 7 hingga 10 menit diharapkan mampu menghadirkan pendekatan kreatif, baik dalam bentuk film pendek, dokumenter, maupun video feature.
Lebih jauh, aspek penilaian tidak hanya bertumpu pada kualitas visual, tetapi juga kedalaman pesan budaya dan orisinalitas gagasan. Hal ini mencerminkan orientasi festival yang tidak semata mengejar estetika, melainkan juga substansi, yakni bagaimana generasi muda memaknai kembali kuliner sebagai bagian dari identitas Banjarbaru.
Karya-karya terbaik nantinya akan mendapatkan apresiasi dengan ditayangkan di panggung utama Expo Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru di Lapangan Murdjani pada 17 April 2026. Momentum ini menjadi penting, karena film-film tersebut tidak hanya berhenti sebagai karya kreatif, tetapi bertransformasi menjadi medium publikasi budaya yang dapat menjangkau khalayak lebih luas. Dari ruang-ruang produksi sederhana, karya para siswa dan santri itu akan hadir di ruang publik, memperkenalkan kekayaan gastronomi Banjarbaru kepada masyarakat.
Di sisi lain, festival ini juga memperlihatkan arah kebijakan pembangunan kota yang mulai memberi ruang lebih besar pada sektor ekonomi kreatif. Pada era kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, terlihat adanya pendekatan yang lebih utuh dalam memperkuat identitas kota melalui penguatan budaya dan narasi lokal. Kuliner sebagai salah satu subsektor unggulan diposisikan bukan semata sebagai potensi ekonomi, melainkan juga sebagai instrumen diplomasi budaya yang memperkenalkan jati diri Banjarbaru ke ruang yang lebih luas.
Pada akhirnya, Festival Film Siswa dan Santri ini adalah ikhtiar kolektif untuk menjaga ingatan, merawat identitas, dan memastikan bahwa di tengah perkembangan zaman, cita rasa Banjar tetap memiliki tempat tidak hanya di meja makan, tetapi juga dalam kesadaran generasi penerus.
Mari menjadi bagian dari upaya ini, menggali dan mengangkat potensi besar identitas Kota Banjarbaru sebagai kota gastronomi, kota yang kuat dalam rasa, cerita, dan warisan budayanya.(be)
173
Tidak ada komentar