MARKISA Tetap Jalan Saat Yoni di Jakarta, Budaya Kelola Sampah Mengakar di RT 33

waktu baca 2 menit
Minggu, 5 Apr 2026 02:04 121 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Program jemput sedekah sampah MARKISA (Mari Kita Sedekah Sampah) di RT 33 RW 07 Kelurahan Syamsudin Noor, Landasan Ulin, tak bergantung pada satu orang. Bahkan ketika Ketua RT-nya, Yoni Setiawan, tengah berada di Jakarta mengikuti studi tiru pengelolaan sampah di Kelurahan Rorotan, roda gerakan itu tetap berputar.

Minggu (5/4/2026) pagi, warga kembali melaksanakan gotong royong rutin. Tak hanya membersihkan sampah organik dan anorganik, mereka juga menata lahan kosong di sekitar permukiman untuk dimanfaatkan sebagai kebun sayur. Aktivitas tersebut terhubung dengan kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang setiap Minggu menjadi ruang produktif warga.

Melalui sambungan telepon dari Jakarta, Yoni menyampaikan bahwa budaya pengelolaan sampah di lingkungannya kini mulai melekat sebagai kebiasaan bersama.

“Alhamdulillah, walaupun saya sedang ada kegiatan di luar daerah, program MARKISA tetap jalan. Ada warga yang dengan ikhlas menjalankan jemput sedekah sampah. Mereka bilang kasihan kalau tidak diambil, karena warga sudah terbiasa meletakkan dan menggantung sedekah sampah di depan rumah. Mereka sudah tahu manfaatnya,” ujar Yoni.

Di lingkungan RT 33, sistem pengelolaan sampah dirancang terintegrasi. Sampah organik dimasukkan ke dalam Sumur Komposter Sanitasi (Suster Santi) untuk diolah menjadi pupuk kompos. Sementara sampah anorganik ditabungkan melalui program MARKISA. Hasil kompos kemudian dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di lahan KWT.

Skema itu tak hanya mengurangi volume sampah yang keluar dari lingkungan, tetapi juga menghidupkan kembali ruang-ruang kosong menjadi kebun produktif. Gotong royong Minggu pagi menjadi simpul pertemuan antara gerakan lingkungan dan kemandirian pangan skala kecil.

Yang menarik, keberlanjutan gerakan ini tak surut meski penggeraknya tengah berada di luar kota. Bagi Yoni, hal itu menjadi indikator bahwa budaya pengelolaan sampah sudah tumbuh dari kesadaran kolektif, bukan lagi sekadar program ketua RT.

Ia menegaskan, ke depan seluruh sistem akan terus dimaksimalkan agar sampah benar-benar selesai di tingkat rumah tangga.

“Kami ingin komitmen bersama bahwa sampah di wilayah kami harus habis di rumah masing-masing. Organik jadi kompos, anorganik jadi tabungan sedekah sampah. Insya Allah, dengan dukungan Kelurahan Syamsudin Noor dan Dinas Lingkungan Hidup, saya yakin ini bisa kita wujudkan bersama,” kata Yoni.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA