BANJARBARUEMAS.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru menghadirkan layanan kemanusiaan yang lebih lengkap bagi jemaah yang melintas menuju Sekumpul, Martapura, dalam rangka kegiatan 5 Rajab 1447 Hijriah, Minggu (28/12/2025). Salah satu titik pelayanan utama berada di Lapangan dr Murdjani Banjarbaru, yang menjadi lokasi persinggahan ribuan jemaah dari berbagai daerah.
Di lokasi tersebut, Pemkot Banjarbaru melalui Dinas Sosial menyediakan layanan pijat gratis yang diberikan oleh Rumah Disabilitas Kota Banjarbaru. Layanan ini ditujukan untuk membantu jemaah memulihkan kondisi fisik setelah menempuh perjalanan panjang, baik dengan berjalan kaki, kendaraan roda dua, maupun bus rombongan.
Kepala Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Rokhyat Riyadi, mengatakan layanan pijat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan yang humanis dan inklusif pada momen keagamaan berskala besar.
“Tahun ini kami melibatkan tujuh orang terapis dari Rumah Disabilitas Kota Banjarbaru. Mereka memiliki keterampilan pijat dan refleksi yang sudah terlatih. Kami ingin memastikan jemaah merasa lebih nyaman dan terbantu selama singgah di Banjarbaru,” ujar Rokhyat di sela-sela peninjauan layanan.
Menurut Rokhyat, kehadiran Rumah Disabilitas tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi jemaah, tetapi juga menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki peran aktif dan kontribusi nyata dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Sejak pagi hari, area layanan pijat di Lapangan dr Murdjani tampak ramai didatangi jemaah. Mereka bergantian berbaring di alas sederhana yang disiapkan relawan, sembari memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sekumpul.
Salah seorang jemaah, Haliyah, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan tersebut.
“Alhamdulillah, perjalanan jauh terasa ringan setelah dipijat. Badan jadi lebih enak dan tidak terlalu pegal,” ujarnya.
Hal senada disampaikan sejumlah jemaah lainnya yang datang dari luar daerah. Banyak di antara mereka mengaku mengalami kelelahan, pegal otot, hingga masuk angin akibat perjalanan panjang dan cuaca yang berubah-ubah.
Salah satu terapis pijat, Santoso, mengatakan dirinya bersama rekan-rekan telah melayani puluhan jemaah maupun relawan sejak pagi.
“Kami menggunakan teknik pijat refleksi, semuanya dilakukan dengan tangan tanpa alat bantu. Keluhan jemaah rata-rata karena kelelahan, pegal, dan masuk angin,” tuturnya.
Santoso menambahkan, tidak sedikit jemaah yang datang dari luar Kalimantan Selatan sehingga kondisi tubuh mereka cukup terkuras setelah menempuh perjalanan jauh.
“Kebanyakan memang karena perjalanan jauh. Ada yang dari luar Kalsel, jadi tubuh mereka butuh pemulihan sebelum melanjutkan perjalanan,” katanya.
Layanan pijat gratis ini melengkapi berbagai fasilitas lain yang disiapkan Pemerintah Kota Banjarbaru pada momen 5 Rajab, mulai dari posko kesehatan, pengaturan lalu lintas, kantong parkir, hingga dukungan relawan lintas instansi.
Melalui pelayanan tersebut, Pemkot Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk hadir secara aktif dalam mendukung kelancaran, kenyamanan, dan kekhusyukan jemaah pada peringatan 5 Rajab, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.(be)
357
Tidak ada komentar