BANJARBARUEMAS.COM – Upaya membangun budaya kelola sampah dari tingkat rumah tangga di Kelurahan Mentaos kini memasuki babak baru. Tidak hanya melalui gerakan warga dan publikasi digital, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Mentaos resmi meluncurkan radio streaming pada Kamis, 2 April 2026. Kanal ini diharapkan menjadi medium baru untuk memperluas edukasi dan memperkuat partisipasi publik.
Peluncuran radio streaming tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan informasi, terutama terkait program pengelolaan sampah berbasis warga yang digencarkan di Banjarbaru. Ketua KIM Tangguh Mentaos, Dr. Abdul Karim, menegaskan bahwa kehadiran radio bukan sekadar penambahan kanal, melainkan langkah strategis memperluas spektrum komunikasi.
“Komitmen warga Mentaos untuk mengelola sampah dari masing-masing rumah patut didukung. Sesuai dengan tupoksi kami, KIM mengambil peran menyebarluaskan berbagai program pemerintah, khususnya terkait pengelolaan sampah berbasis warga yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru,” ujar Karim.
Menurut dia, sebagai peraih penghargaan KIM Terkreatif pada Festival dan Kompetisi KIM 2025, KIM Mentaos memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi simpul penghubung antara kebijakan pemerintah dan praktik warga di lapangan. Informasi, kata dia, bukan sekadar disampaikan, tetapi harus digerakkan.
Selama ini KIM Tangguh Mentaos telah memanfaatkan berbagai platform digital seperti YouTube, TikTok, Instagram, Facebook, dan website resmi. Kehadiran radio streaming dinilai melengkapi ekosistem kanal informasi yang sudah ada.
“Ini untuk melengkapi channel informasi KIM yang ada, memperluas cakupan hingga ke segmen radio. Dengan tambahan saluran ini, upaya penyebaran informasi akan lebih maksimal,” katanya.
Radio streaming tersebut akan memuat konten edukatif seputar pemilahan sampah rumah tangga, praktik bank sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga dialog interaktif bersama pegiat lingkungan dan perangkat kelurahan. KIM juga menyiapkan kolom tematik khusus pengelolaan sampah di website mereka sebagai ruang dokumentasi dan referensi praktik baik warga.
Tidak berhenti pada penguatan kanal, KIM Tangguh Mentaos juga menggandeng potensi sumber daya manusia lokal. Karim menyebut pihaknya juga melibatkan rekan-rekan dari Yayasan Kesejahteraan Tuna Tetra Kalimantan Selatan dalam pengelolaan radio streaming tersebut.
“Kami ingin memaksimalkan potensi kawan-kawan Yayasan Kesejahteraan Tuna Tetra Kalimantan Selatan untuk terlibat dalam pengelolaan radio ini,” ujarnya.
Selain itu, pengoperasian teknis radio akan didukung oleh tim yang telah berpengalaman mengelola radio streaming di Mentaos.
“Dan mengoptimalkan SDM yang dimiliki Mentaos, yakni tim Pak Sigit Kurniawan yang sudah punya pengalaman mengoperasikan radio streaming,” kata Karim.
Bagi KIM Mentaos, perubahan perilaku pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan aksi. Ia membutuhkan narasi yang konsisten, ruang dialog, dan penyebaran informasi yang berkelanjutan. Radio dipilih karena memiliki kedekatan emosional dengan pendengar dan mampu menjangkau masyarakat di berbagai situasi.
Karim menegaskan, inovasi ini bukan titik akhir. Radio streaming adalah langkah awal menuju cita-cita yang lebih besar.
“Target kami, mewujudkan radio komunitas reguler. Inovasi KIM Mentaos tidak akan berhenti di sini,” ujarnya.(be)
108
Tidak ada komentar