Ketua TP PKK Banjarbaru Tutup Daurah Al-Qur’an, Bagikan Bingkisan Lebaran kepada Pengurus PKK dan Tegaskan Penguatan Karakter Keluarga
waktu baca 3 menit
Selasa, 17 Mar 2026 09:22 323 Banjarbaru Emas 2
Foto : Ketua TP PKK Banjarbaru, H. Riandy Hidayat, menyerahkan bingkisan Lebaran kepada pengurus PKK usai penutupan Daurah Al-Qur’an di Sekretariat TP PKK Banjarbaru, Selasa (17/3/2026).(BE)
BANJARBARUEMAS.COM — Suasana khidmat menyelimuti Sekretariat TP PKK Kota Banjarbaru, Selasa (17/3/2026). Lantunan ayat suci yang selama hampir tiga pekan terakhir menggema, kini mencapai puncaknya. Ketua Tim Penggerak PKK Banjarbaru, H. Riandy Hidayat, secara resmi menutup kegiatan Daurah Al-Qur’an—sebuah program pembinaan spiritual yang tidak hanya menyasar individu, tetapi juga mengakar pada ketahanan keluarga.
Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Kamis (26/2/2026). Sejak hari pertama, daurah dirancang sebagai ruang belajar intensif bagi kader PKK mulai tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan, untuk kembali mendekatkan diri pada Al-Qur’an secara lebih mendalam dan terstruktur.
Tidak sekadar kegiatan membaca, Daurah Al-Qur’an ini dibangun dengan pendekatan berlapis. Peserta menjalani tahapan percepatan hafalan (tahfidz), pembenahan kualitas bacaan (tahsin), hingga penguatan hafalan melalui pengulangan (murojaah). Seluruh proses berlangsung dalam suasana disiplin namun tetap hangat, menciptakan ekosistem belajar yang kondusif selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Dalam sambutannya, Riandy menekankan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia berbasis keluarga. Ia menyebut, penguatan karakter tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai Al-Qur’an yang hidup dalam keseharian.
“PKK memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi keluarga. Melalui Daurah Al-Qur’an, kita ingin memastikan bahwa nilai-nilai itu tidak berhenti pada hafalan, tetapi benar-benar diinternalisasi dan menjadi pedoman hidup,” kata Riandy.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kader PKK adalah ujung tombak perubahan sosial di tingkat akar rumput. Karena itu, peningkatan kapasitas spiritual kader dinilai penting agar mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing—baik dalam keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini sebelumnya dibuka oleh Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Banjarbaru, yang sejak awal menekankan pentingnya konsistensi dalam pembinaan berbasis nilai agama. Kehadiran perwakilan TP PKK kecamatan dan kelurahan se-Kota Banjarbaru memperkuat posisi kegiatan ini sebagai gerakan kolektif, bukan sekadar agenda internal organisasi.
Menjelang penutupan, suasana haru terasa ketika para peserta saling berbagi pengalaman selama mengikuti daurah. Sebagian mengaku mengalami peningkatan hafalan, sementara yang lain merasakan perubahan dalam cara memahami dan mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Riandy menyerahkan paket Lebaran kepada para pengurus PKK. Penyerahan ini bukan hanya bentuk perhatian menjelang Idul Fitri, tetapi juga simbol solidaritas dan kebersamaan yang terbangun selama kegiatan berlangsung.
Daurah Al-Qur’an ini sekaligus memperlihatkan arah kebijakan TP PKK Banjarbaru yang semakin menekankan pada penguatan aspek non-material dalam pembangunan keluarga. Di tengah tantangan sosial yang kian kompleks, pendekatan berbasis spiritual dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun keluarga yang tangguh, berkarakter, dan adaptif.
Dari ruang sederhana di sekretariat PKK, gema Al-Qur’an itu kini diharapkan menjalar ke rumah-rumah warga. Menjadi cahaya yang tidak hanya dibaca, tetapi juga dihidupkan, dalam sikap, dalam keputusan, dan dalam cara membangun masa depan keluarga di Banjarbaru.(be)
Tidak ada komentar