BANJARBARUEMAS.COM — Komitmen Kota Banjarbaru dalam memperkuat layanan kesehatan dasar kembali membuahkan hasil di tingkat nasional. Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang digelar Kementerian Kesehatan RI di Balai Kartini, Jakarta, Senin (8/12/2025), Banjarbaru meraih dua penghargaan bergengsi: Terbaik dan Tertinggi Ke-2 Nasional kategori Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI). serta Terbaik 2 Pencapaian Cakupan Imunisasi Kejar MR (Measles Rubella).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung pada rangkaian Health Innovation Festival (HAI-Fest) 2025, ajang nasional yang menjadi etalase inovasi kesehatan Indonesia. Bagi Banjarbaru, capaian ini menjadi tonggak penting yang menegaskan arah kebijakan kesehatan di bawah kepemimpinan Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby, terutama dalam memperkuat ketahanan kesehatan sejak dini.
Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi itu menjadi bukti kinerja pelayanan kesehatan kota yang semakin kuat dan responsif.
“Alhamdulillah, pada pelaksanaan PENARI dalam rangka HKN ke-61 Tahun 2025, tercatat 475 dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia ikut berpartisipasi. Program ini menjadi ajang apresiasi bagi daerah dan tenaga kesehatan yang menunjukkan kinerja terbaik dalam percepatan imunisasi. Kota Banjarbaru meraih peringkat kedua,” ujar Wali Kota.
Ia menegaskan, penghargaan ini memperlihatkan komitmen pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas layanan imunisasi dan kesehatan anak. Upaya ini sekaligus mendorong terciptanya Indonesia yang lebih sehat dan bebas Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
“Ke depan pemerintah akan terus meningkatkan kinerja agar kualitas kesehatan masyarakat semakin terjamin,” tegasnya.
Kejar MR, Mengimbangi Tantangan Pasca Pandemi
Cakupan imunisasi MR menjadi kategori penilaian strategis. Sejak pandemi COVID-19, banyak anak di Indonesia tidak memperoleh imunisasi rutin. Kemenkes mencatat ketimpangan capaian, terutama di sejumlah provinsi luar Jawa–Bali yang sempat berada pada kisaran 35 persen.
Berbeda dengan tren tersebut, Banjarbaru mencatat capaian tinggi, menjadikannya salah satu kota dengan pelaksanaan imunisasi kejar paling optimal di Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi puskesmas, sekolah, kader posyandu, dan lintas organisasi masyarakat yang secara proaktif menjemput anak-anak yang belum terimunisasi.
Bagi Banjarbaru, keberhasilan ini merupakan bagian dari strategi besar kesehatan kota: memastikan setiap anak terlindungi dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Juhai Tri Agustina, menjelaskan bahwa imunisasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang paling efisien dan sangat cost-effective dalam mencegah PD3I.
Ia mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Hingga Desember 2024, terdapat 973.378 anak berstatus zero dose dan 746.132 anak dengan imunisasi tidak lengkap. Kondisi tersebut berkontribusi pada meningkatnya kasus PD3I di berbagai daerah.
“Namun, Kota Banjarbaru terus berusaha meningkatkan pelayanan dan menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” katanya.
Momentum Nasional di HAI-Fest 2025
Acara HAI-Fest 2025 yang berlangsung 7–9 Desember menghadirkan pameran teknologi kesehatan, layanan pemeriksaan gratis, seminar, hingga diseminasi program transformasi kesehatan nasional. Dalam sambutannya, Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menekankan bahwa Indonesia memiliki waktu dua dekade untuk menyiapkan 84 juta anak menuju usia produktif 2045.
Transformasi Sistem Kesehatan, ujar Dante, kini bergerak dari pola reaktif menjadi proaktif—pemerintah bekerja memastikan masyarakat tetap sehat sejak dini. Ia juga menyoroti capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau 62 juta warga serta penemuan 750 ribu kasus TBC baru yang memperkuat upaya pencegahan kematian yang dapat dihindari.
Pada kesempatan yang sama, Kemenkes meluncurkan whitepaper “Health is the New Wealth”, yang menekankan pentingnya ekosistem kesehatan nasional yang kuat dan berkelanjutan.
Peran Banjarbaru di Tengah Agenda Besar Kesehatan Nasional
Dua penghargaan nasional yang diraih Banjarbaru dipandang sebagai bukti bahwa kota ini mampu bergerak sejalan dengan arah transformasi kesehatan Indonesia. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Erna Lisa Halaby, program kesehatan masyarakat ditegaskan sebagaii investasi jangka panjang untuk kualitas generasi masa depan.
Peningkatan cakupan imunisasi MR menjadi bukti konkret bagaimana pendekatan proaktif diterapkan: edukasi yang berkelanjutan, integrasi data melalui SATUSEHAT, serta pelibatan komunitas hingga tingkat RT dan posyandu.
Dengan capaian ini, Banjarbaru menegaskan diri sebagai salah satu daerah yang paling siap berkontribusi pada agenda Generasi Sehat, Masa Depan Hebat, selaras dengan tema HKN ke-61: “Innovate, Empower, Connect – Towards A Healthier Tomorrow.”
Di tengah kompetisi dan tantangan nasional, prestasi Banjarbaru menjadi penanda bahwa transformasi kesehatan tumbuh kuat dari daerah—tempat masyarakat pertama kali merasakan hadirnya pelayanan publik yang efektif.(be)
267
Tidak ada komentar