Baca Keluhan Warga di Media Sosial, Wali Kota Banjarbaru Datangi Lokasi Banjir Pengayuan Tengah Malam

waktu baca 3 menit
Selasa, 30 Des 2025 03:26 355 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Curah hujan tinggi yang melanda Kota Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai memicu genangan di sejumlah wilayah. Setelah Kelurahan Sungai Tiung dan Bangkal di Kecamatan Cempaka lebih dahulu terdampak, banjir kemudian merambat ke kawasan yang berada pada elevasi lebih rendah, salah satunya wilayah Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang.

Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby turun langsung menemui warga terdampak banjir di RT 01 Gang Mufakat, Senin (29/12/2025) malam. Peninjauan dilakukan sekitar pukul 22.00 Wita, meski kondisi hujan dan genangan masih menghambat akses ke permukiman warga.

Menariknya, kunjungan tersebut berawal dari keluhan warga yang disampaikan melalui kolom komentar di akun media sosial pribadi Wali Kota Banjarbaru. Dari interaksi digital itulah, Wali Kota Lisa memutuskan memastikan langsung kondisi di lapangan.
“Saya membaca satu per satu komentar warga di media sosial. Dari sana saya mendapat informasi bahwa di Pengayuan sudah mulai terendam. Malam itu juga saya ingin memastikan langsung kondisi warga,” ujar Erna Lisa Halaby di sela peninjauan.

Wilayah Pengayuan, khususnya RT 01 Gang Mufakat, berada persis di sisi aliran sungai dan bersebelahan dengan jalan poros Banjarbaru–Bati-bati menuju Kabupaten Tanah Laut. Kawasan ini dikenal sebagai daerah rawan dan langganan banjir. Setiap kali kawasan Cempaka terendam akibat hujan deras, air dipastikan mengalir dan menggenangi wilayah ini.

Pada peristiwa banjir kali ini, sedikitnya 10 rumah warga terdampak genangan. Dengan posisi rumah yang berdekatan langsung dengan sungai, potensi genangan dan risiko luapan air dinilai cukup besar.

Didampingi rombongan, Wali Kota Banjarbaru tidak hanya meninjau, tetapi juga membawa bantuan logistik bagi warga. Ia menyusuri gang-gang sempit dan melihat langsung kondisi rumah warga yang tergenang, bahkan berdialog langsung meski harus melewati genangan air.

Ketua RT 01 Pengayuan, Syahla Masran, mengaku terkejut atas kedatangan Wali Kota yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Saya benar-benar kaget. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, tiba-tiba Ibu Wali Kota datang sekitar jam 10 malam. Kami sangat mengapresiasi kepedulian beliau yang langsung turun melihat kondisi warga,” ujarnya.

Syahla menyebutkan, wilayahnya memang kerap terdampak banjir saat curah hujan tinggi. Namun, perhatian langsung dari kepala daerah menjadi hal yang jarang terjadi, terlebih dilakukan pada malam hari.

Hal senada disampaikan salah seorang warga, Masran. Ia mengatakan banjir sudah menjadi bagian dari keseharian warga saat musim hujan tiba.“Kalau hujan besar seperti ini memang sudah biasa kami kebanjiran.
Kalau daerah Cempaka terendam, kami di sini juga pasti ikut merasakan. Tapi kami sangat berterima kasih karena Ibu Wali Kota datang langsung melihat kondisi kami,” katanya.

Wali Kota Banjarbaru menegaskan bahwa laporan warga, termasuk melalui media sosial, menjadi bagian penting dalam respons cepat pemerintah kota. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah warga terdampak bencana tidak boleh menunggu laporan resmi yang berjenjang.
“Ketika warga menyampaikan langsung, itu menjadi tanggung jawab kami untuk hadir. Pemerintah harus memastikan warga merasa tidak sendiri ketika menghadapi kondisi seperti ini,” kata Erna Lisa Halaby.

Pemerintah Kota Banjarbaru saat ini terus memantau perkembangan banjir di sejumlah wilayah rawan serta melakukan koordinasi lintas perangkat daerah untuk penanganan darurat dan langkah antisipasi jangka panjang, khususnya di kawasan permukiman yang berada di bantaran sungai.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA