BANJARBARUEMAS.COM — Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-53 yang dirangkai dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP PKK se-Kota Banjarbaru Tahun 2025, Sabtu (29/11/2025), menjadi arena penting bagi konsolidasi gerakan pemberdayaan keluarga di Kota Banjarbaru. Bertempat di Gedung K.H. Idham Chalid, kegiatan ini menghadirkan jajaran Tim Penggerak PKK dari seluruh wilayah kota, sekaligus menghadirkan komitmen baru untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Wali Kota Banjarbaru bersama Ketua TP PKK Kota Banjarbaru turut hadir dan menyaksikan sejumlah penandatanganan kerja sama strategis. Dari panggung utama, atmosfer keseriusan terasa ketika Ketua TP PKK Kota Banjarbaru, H. Riandy Hidayat, menegaskan bahwa HKG dan Rakerda bukan sekadar agenda tahunan.
“Ini adalah bentuk komitmen kita bersama dalam menetapkan diri sebagai kader PKK,” ujarnya dalam sambutan yang disambut tepuk tangan para peserta. Ia menekankan bahwa PKK harus menjadi motor penggerak perubahan di tengah keluarga, terutama dalam isu-isu sosial yang kian kompleks.
Salah satu agenda paling krusial adalah penandatanganan komitmen bersama antara TP PKK Kota Banjarbaru dan BNN Kota Banjarbaru. Kolaborasi ini diarahkan pada upaya preventif untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba sejak lingkungan keluarga.
Pemerintah kota memandang rumah tangga sebagai garda terdepan pencegahan, dan PKK dianggap memiliki peran strategis menggerakkan edukasi sekaligus membangun kewaspadaan berbasis komunitas.
Selain menggandeng institusi negara, TP PKK Banjarbaru juga memperluas jaringan dengan kalangan akademisi. Penandatanganan kerja sama dilakukan bersama Fakultas Ekonomi Universitas Achmad Yani Banjarmasin dan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Borneo Lestari.
Kerja sama ini digagas untuk memperkuat perencanaan program PKK melalui riset ilmiah, analisis kebijakan, dan pendampingan berbasis data. Ketua TP PKK Banjarbaru menilai, dukungan perguruan tinggi akan membantu PKK menyusun program yang lebih terukur dan berkelanjutan.
“PKK tidak boleh bekerja dengan pola lama. Kita harus bergerak dengan data, riset, dan pendekatan ilmiah,” ujarnya.
Melalui HKG Ke-53 dan Rakerda ini, TP PKK Kota Banjarbaru menegaskan arah barunya: memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas kader, dan memastikan seluruh program punya dampak langsung bagi kesejahteraan keluarga. Kolaborasi multipihak menjadi pondasi bagi PKK untuk tetap relevan di tengah perubahan sosial yang cepat.
Acara ditutup dengan rangkaian diskusi kelompok, penyamaan persepsi antar-kader, dan pemaparan rencana kerja yang akan dijalankan sepanjang 2025. Dengan momentum ini, PKK Banjarbaru berharap dapat memperkuat peran keluarga sebagai pusat pembangunan masyarakat.(be)