Iklan — 728×90
Zona Iklan
Iklan — 728×90

Saat Kearifan Lokal Petani Wanita Memikat Profesor dari Kyoto

24 November 2025
08:21 WIB
3 mnt baca
13 tayangan
Bagikan: Facebook X

BANJARBARUEMAS.COM – Suasana pagi di Kelurahan Landasan Ulin Utara (Laura) terasa berbeda belakangan ini. Hamparan kebun sayur yang biasanya ramai oleh celoteh anak-anak sekolah yang sedang belajar bertani, kini mendapat perhatian internasional.

Adalah Profesor Kenta Kishi dari Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), Kyoto University, Jepang, yang baru-baru ini menyambangi Eduwisata Laura. Kedatangannya bukan sekadar pelesiran, melainkan sebuah misi riset mendalam untuk mempelajari komunitas petani wanita yang menjadi tulang punggung tempat ini.

Siapa sangka, di balik hijaunya kebun edukasi ini, terdapat tangan-tangan terampil ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki. Merekalah nyawa dari Eduwisata Laura, sebuah destinasi berbasis kearifan lokal yang lahir dari semangat kolaborasi.

Bermula dari Tanaman yang Terinjak

Setiap tempat istimewa memiliki cerita awal yang unik, tak terkecuali Eduwisata Laura. Saat ditanya mengenai momen paling berkesan saat merintis tempat ini, pengelola KWT Sri Rejeki justru mengenang sebuah kejadian yang “kacau” namun manis.

“Momen pertama kali kita mendapat kunjungan dari anak-anak PAUD, tanaman kita diinjak-injak jadi rusak. Tapi seru dan lucu melihat anak-anak senang melihat tanaman yang ada di kebun. Jadi kenangan itu membuat kami semakin semangat mengenalkan tentang pertanian,” ujar perwakilan pengelola.

Alih-alih marah, kerusakan kecil itu justru menjadi bensin pembakar semangat. Mereka sadar, anak-anak butuh ruang untuk belajar mencintai alam, dan ibu-ibu KWT Sri Rejeki hadir untuk memfasilitasi itu.

Belajar dari Akar Rumput

Konsep utama yang diusung Eduwisata Laura adalah Kearifan Lokal. Di sini, pengunjung yang datang dari berbagai jenjang—mulai dari PAUD, TK, SD, hingga mahasiswa—diajak kembali ke akar.
Programnya sederhana namun esensial: mengajarkan cara bertani mulai dari mencabut rumput, menanam, hingga momen yang paling ditunggu-tunggu, yaitu memanen.

“Program edukasi yang paling diminati pengunjung adalah memanen,” ungkap pengelola. Kegembiraan memetik sayur segar langsung dari tanah memberikan pengalaman sensorik yang tak tergantikan bagi anak-anak kota. Fasilitas pun terus dilengkapi, mulai dari tempat istirahat yang nyaman, topi caping khas eduwisata, hingga etalase produk.

Dampak Nyata bagi Desa

Kehadiran Eduwisata Laura bukan hanya soal wisata, tapi juga soal perputaran ekonomi desa. Sejak tempat ini berdiri, Desa Laura semakin dikenal luas.

Dampak positifnya dirasakan langsung oleh para petani. Masyarakat kini tahu ke mana harus mencari sayuran segar langsung dari sumbernya. “Masyarakat tahu di mana membeli sayuran segar dari petani secara langsung,” tambah pengelola. Ini memotong rantai distribusi dan memberikan keuntungan lebih baik bagi para ibu tani.


Tantangan dan Mimpi Digital

Meski terlihat asri dan menenangkan, mengelola Eduwisata bukan tanpa kendala. Tantangan terbesar yang dihadapi KWT Sri Rejeki adalah masalah pengembangan, khususnya pendanaan untuk melengkapi fasilitas dan memastikan kebun selalu terisi penuh dengan sayuran siap panen.

Namun, ibu-ibu tangguh ini tidak kehabisan akal. Mereka memiliki visi masa depan yang modern.

“Ke depannya kami ingin mengenalkan edukasi secara meluas melalui platform digital. Dengan begitu, tidak hanya secara langsung, tetapi bisa diakses luas supaya anak-anak Indonesia di manapun bisa ikut belajar,” jelas mereka penuh harap.
Menanam Harapan
Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi memanen sayur segar sembari menghirup udara bersih, waktu terbaik berkunjung adalah di pagi hari, saat sayuran masih terlihat segar dan berembun.

Pesan KWT Sri Rejeki untuk kita semua sangat sederhana namun mendalam: “Menanam, merawat, dan tumbuh bersama.”
Sebuah filosofi yang tidak hanya berlaku untuk tanaman, tetapi juga untuk komunitas dan persahabatan lintas negara, seperti yang baru saja terjalin dengan tamu dari Kyoto.

Informasi Kunjungan
Bagi sekolah atau komunitas yang ingin melakukan reservasi kunjungan, dapat menghubungi admin untuk mengatur jadwal:

  • Kontak: 0831-4791-0556
  • Pengelola: KWT Sri Rejeki (Eduwisata Laura)
  • Lokasi: Kelurahan Landasan Ulin Utara. (Nar/be)

Artikel ini bermanfaat? Bagikan: Facebook X

Banjarbaru Emas 2

Jurnalis — Meridian News
Iklan — 728×90
Zona Iklan
Iklan — 728×90

💬 Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.