BANJARBARUEMAS.COM – Wali Kota Banjarbaru sekaligus Bunda PAUD Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, mengikuti Koordinasi dan Konsultasi Bunda PAUD se-Kalimantan Selatan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Bunda PAUD dalam Mewujudkan PAUD Bermutu untuk Semua di Kalimantan Selatan” tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi Bunda PAUD daerah dengan pemerintah pusat, sekaligus menyelaraskan program peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini dengan kebijakan nasional.
Kegiatan itu dihadiri Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua Pokja PAUD Kota Banjarbaru, serta Bunda PAUD kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Dalam forum tersebut, Lisa menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan setiap anak usia dini memperoleh hak atas pengasuhan dan pendidikan yang berkualitas, aman, serta menyenangkan.
Pemenuhan kebutuhan anak, menurut Lisa, tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab satuan pendidikan. Keluarga, pemerintah, layanan kesehatan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan perlu bergerak bersama untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Komitmen tersebut sebelumnya juga ditunjukkan Lisa melalui kunjungan langsung ke empat satuan PAUD di Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Banjarbaru Utara, Kamis (24/9/2026).
Empat satuan pendidikan yang dikunjungi yakni Satuan Pendidikan Kemala Bhayangkari 23 di Kelurahan Guntung Paikat, TK Negeri Idaman di Kelurahan Loktabat Selatan, SPS Seroja di Kelurahan Loktabat Utara, serta TK Negeri Pembina Kota Banjarbaru di Kelurahan Loktabat Utara.
Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kualitas layanan pendidikan, pemenuhan hak anak, serta penerapan program yang berkaitan dengan literasi karakter, pendidikan inklusi, penguatan keluarga, dan Sekolah Ramah Anak.
Lisa juga berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui kegiatan membaca dan mendongeng. Ia mengingatkan para guru dan pendidik agar proses pembelajaran pada jenjang PAUD tidak memberikan beban berlebihan kepada anak.
“Pendidikan anak usia dini sejatinya adalah fondasi awal tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh guru dan pendidik agar jangan membebani anak-anak kita. Dunia PAUD pada dasarnya adalah dunia bermain yang menyenangkan,” tegas Lisa.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya pembelajaran yang disesuaikan dengan karakter dan tahapan perkembangan anak.
Pada usia dini, proses belajar tidak hanya berlangsung melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui bermain, bercerita, membaca, bergerak, dan berinteraksi.
Komitmen penguatan layanan tersebut sejalan dengan capaian mutu PAUD Kota Banjarbaru yang ditampilkan dalam paparan “Kondisi Mutu: Akreditasi Minimal B dan Indikator PAUD HI”.
Berdasarkan data dalam paparan yang bersumber dari olahan Tim WAJAR PAUD 2026 berdasarkan Dapodik 2025, sebanyak 91,76 persen satuan PAUD di Kota Banjarbaru telah terakreditasi minimal B.
Sementara itu, penerapan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) di Banjarbaru tercatat mencapai 94,64 persen.
PAUD Holistik Integratif merupakan pendekatan yang melihat kebutuhan anak secara menyeluruh. Layanan PAUD tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, serta perkembangan sosial dan emosional anak.
Dalam paparan tersebut dijelaskan bahwa satuan PAUD dikategorikan telah menerapkan PAUD HI apabila minimal enam dari delapan indikator PAUD HI terpenuhi.
Karena itu, angka 94,64 persen tersebut tidak berarti seluruh satuan PAUD telah memenuhi seluruh indikator PAUD HI. Angka tersebut menunjukkan persentase satuan PAUD yang telah mencapai batas minimal penerapan PAUD HI sesuai indikator yang digunakan dalam paparan.
Capaian Banjarbaru tersebut tercatat berada di atas angka nasional dan Provinsi Kalimantan Selatan yang ditampilkan dalam paparan.
Untuk akreditasi minimal B, angka nasional tercatat 61,40 persen, sedangkan Kalimantan Selatan 74,58 persen. Banjarbaru mencapai 91,76 persen.
Sementara pada indikator PAUD HI, angka nasional tercatat 86,79 persen, Kalimantan Selatan 91,35 persen, sedangkan Banjarbaru mencapai 94,64 persen.
Dengan demikian, capaian akreditasi minimal B Banjarbaru tercatat 17,18 poin persentase di atas angka Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan penerapan PAUD HI berada 3,29 poin persentase di atas angka provinsi.
Jika dibandingkan dengan angka nasional, selisih capaian Banjarbaru mencapai 30,36 poin persentase untuk akreditasi minimal B dan 7,85 poin persentase untuk PAUD HI.
Data tersebut menjadi gambaran capaian layanan PAUD Banjarbaru sekaligus memperkuat pentingnya kesinambungan antara pemenuhan standar pendidikan dan layanan yang memenuhi kebutuhan anak secara utuh.
Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti pada dukungan kebijakan, tetapi juga mendorong langkah konkret di lapangan.
Penguatan PAUD diarahkan agar satuan pendidikan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif dan sesuai dengan kebutuhan anak, sekaligus melibatkan keluarga dan berbagai sektor pendukung.
Rangkaian kunjungan ke satuan PAUD dan koordinasi bersama pemerintah pusat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan anak usia dini di Banjarbaru.
Sebab, PAUD bermutu bukan hanya tentang pencapaian akademik maupun status akreditasi. Lebih jauh, pendidikan anak usia dini menjadi fondasi untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal dalam lingkungan yang aman, sehat, terlindungi, menyenangkan dan mendukung perkembangan mereka secara utuh.(be)
219
Tidak ada komentar