Bunda PAUD Banjarbaru Kunjungi 4 PAUD, Perkuat Literasi Karakter, Pendidikan Inklusi dan Sekolah Ramah Anak

waktu baca 6 menit
Jumat, 25 Sep 2026 10:05 205 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Penguatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini menjadi perhatian Pemerintah Kota Banjarbaru. Wali Kota Banjarbaru yang juga Bunda PAUD Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, mengunjungi empat satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Banjarbaru Utara, Kamis (24/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kualitas layanan pendidikan, pemenuhan hak anak, serta penerapan sejumlah program yang berkaitan dengan literasi karakter, pendidikan inklusi, penguatan keluarga, dan Sekolah Ramah Anak.

Empat satuan pendidikan yang dikunjungi yakni Satuan Pendidikan Kemala Bhayangkari 23 di Kelurahan Guntung Paikat, TK Negeri Idaman di Kelurahan Loktabat Selatan, Satuan PAUD Sejenis (SPS) Seroja di Kelurahan Loktabat Utara, serta TK Negeri Pembina Kota Banjarbaru di Kelurahan Loktabat Utara.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Lisa tidak hanya melakukan peninjauan dari sisi kelembagaan. Ia juga berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui kegiatan membaca dan mendongeng.

Menurut Lisa, pendidikan anak usia dini harus menjadi ruang belajar yang menyenangkan dan tidak memberikan beban berlebihan kepada anak.

“Pendidikan anak usia dini sejatinya adalah fondasi awal tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh guru dan pendidik agar jangan membebani anak-anak kita. Dunia PAUD pada dasarnya adalah dunia bermain yang menyenangkan,” tegas Hj. Erna Lisa Halaby.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam kunjungan Lisa ke sejumlah satuan PAUD. Proses pembelajaran pada usia dini, menurutnya, perlu disesuaikan dengan karakter dan tahapan perkembangan anak.

Pada jenjang PAUD, proses belajar tidak hanya berlangsung melalui kegiatan akademik. Bermain, bercerita, membaca, bergerak, dan berinteraksi merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Kunjungan pertama dilakukan di Satuan Pendidikan Kemala Bhayangkari 23, Kelurahan Guntung Paikat. Di satuan pendidikan tersebut, Lisa meninjau pelaksanaan program literasi karakter melalui kegiatan “Bunda PAUD Bercerita”.

Kegiatan bercerita menjadi salah satu media untuk mengenalkan nilai-nilai moral kepada anak sejak dini. Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, anak dapat diperkenalkan pada nilai berbagi, empati, menghargai orang lain, serta kebiasaan berperilaku baik dengan cara yang menyenangkan.

Pendekatan tersebut sekaligus memperluas makna literasi pada anak usia dini. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana mengembangkan karakter, imajinasi, kemampuan menyimak, serta pemahaman anak terhadap lingkungan.

Dari Guntung Paikat, kunjungan berlanjut ke TK Negeri Idaman di Kelurahan Loktabat Selatan. Fokus peninjauan di satuan pendidikan tersebut adalah penerapan pendidikan inklusi.

Pendidikan inklusi menempatkan setiap anak sebagai bagian dari lingkungan belajar tanpa diskriminasi. Perbedaan karakteristik, kemampuan, maupun kebutuhan anak perlu dipahami dan diakomodasi agar setiap anak memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, bermain, berinteraksi, dan berkembang.

Lisa menekankan pentingnya memastikan tidak ada anak yang merasa tersisih dalam lingkungan pendidikan. Lingkungan belajar juga perlu memberikan rasa aman, penerimaan, penghargaan, serta pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Karena itu, sinergi antara sekolah, tenaga pendidik, orang tua, dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam penerapan pendidikan inklusi. Komunikasi yang baik diperlukan agar perkembangan setiap anak dapat dipahami dan dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya.

Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke SPS Seroja di Kelurahan Loktabat Utara. Di satuan PAUD tersebut, Lisa meninjau pelaksanaan program Bina Keluarga Balita (BKB) sekaligus melihat kondisi sarana dan prasarana pendidikan.

Saat meninjau SPS Seroja, Lisa secara langsung merespons kondisi fasilitas yang masih membutuhkan pemenuhan.

“Kami melihat masih ada beberapa sarana dan prasarana yang kurang layak. Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen untuk memberikan bantuan pemenuhan fasilitas yang kurang tersebut agar anak-anak dapat belajar dan bermain dengan lebih nyaman, aman, dan ceria,” ujar Lisa.

Program BKB menjadi bagian dari penguatan peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak sehingga pola pengasuhan, stimulasi, dan perhatian terhadap perkembangan anak perlu berjalan seiring dengan layanan yang diberikan satuan PAUD.

Kondisi sarana dan prasarana juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Pemenuhan fasilitas diharapkan dapat mendukung aktivitas belajar dan bermain anak sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka.

Rangkaian kunjungan ditutup di TK Negeri Pembina Kota Banjarbaru di Kelurahan Loktabat Utara. Di sekolah tersebut, Lisa melakukan evaluasi sekaligus penguatan penerapan Program Sekolah Ramah Anak.

Program tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak. Penerapannya tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik sekolah, tetapi juga mencakup pola pembelajaran, hubungan guru dengan siswa, perlindungan anak, kesehatan dan gizi, serta keterlibatan orang tua.

Lisa menekankan pentingnya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang bagi anak untuk membangun rasa percaya diri, mengembangkan kreativitas, belajar bersosialisasi, dan mengenal nilai-nilai positif.

Di sela-sela kunjungan, interaksi Lisa bersama anak-anak melalui kegiatan membaca dan mendongeng turut memberikan warna tersendiri. Aktivitas tersebut menjadi sarana pembelajaran yang dekat dengan dunia anak sekaligus memperkuat pesan mengenai pentingnya membangun budaya literasi sejak usia dini.

Membaca dan mendongeng dapat membantu memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan menyimak, mengembangkan imajinasi, sekaligus mengenalkan nilai-nilai karakter melalui cerita.

Rangkaian kunjungan ke empat satuan PAUD tersebut memperlihatkan fokus yang saling melengkapi, mulai dari literasi karakter melalui “Bunda PAUD Bercerita”, pendidikan inklusi, penguatan Bina Keluarga Balita, hingga penerapan Sekolah Ramah Anak.

Seluruh program tersebut bermuara pada upaya memastikan anak mendapatkan hak pendidikan sekaligus lingkungan tumbuh kembang yang aman, nyaman, setara, dan mendukung.

Keberhasilan program PAUD juga tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan keluarga. Nilai-nilai yang diperkenalkan di sekolah perlu diperkuat melalui pola pengasuhan di rumah agar pembentukan karakter anak berjalan secara konsisten.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, Sejahtera) dalam mendorong layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, ramah anak, dan adaptif terhadap kebutuhan tumbuh kembang generasi penerus.

Melalui kunjungan langsung ke empat satuan PAUD tersebut, berbagai program yang telah berjalan dapat dilihat sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kualitas layanan dan pemenuhan hak anak di Kota Banjarbaru.

Pada akhirnya, pendidikan anak usia dini bukan sekadar mempersiapkan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya. PAUD merupakan ruang awal untuk membangun karakter, rasa percaya diri, kemampuan bersosialisasi, kecintaan terhadap literasi, serta pengalaman belajar yang positif.

Lisa mendorong seluruh pihak untuk terus memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang.

Semangat pendidikan inklusif dan ramah anak diharapkan terus diperluas sehingga manfaatnya dapat dirasakan anak-anak di seluruh wilayah Kota Banjarbaru.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA