BANJARBARUEMAS.COM — Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby yang juga Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Banjarbaru turun langsung meninjau aktivitas pendidikan dan kesehatan anak di Kecamatan Liang Anggang, Senin (21/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan ke dua satuan pendidikan, yakni TK Negeri Pembina Kecamatan Liang Anggang di Jalan Sriwijaya KM 21,5 dan Kelompok Belajar (KB) Shabwa Amanah di Jalan Kurnia Gang Semangat Jaya, Kelurahan Landasan Ulin Utara.
Lisa tidak hanya melihat proses pembelajaran. Dalam kunjungan itu, ia mendorong penguatan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) sekaligus memastikan aspek kesehatan anak mendapat perhatian sejak usia dini.
Gerakan 7 KAIH merupakan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk membentuk karakter, kesehatan, dan kecerdasan anak. Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
Bagi Lisa, pembiasaan tersebut perlu dikenalkan sejak anak berada di usia dini dan dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika anak berada di sekolah.
“Edukasi hari ini dapat diterapkan secara konsisten dalam keseharian anak, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga,” kata Lisa.
Di TK Negeri Pembina Kecamatan Liang Anggang, Lisa memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan anak di tengah kondisi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia memberikan edukasi mengenai bahaya asap karhutla dan menekankan pentingnya penggunaan masker bagi anak-anak sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan pernapasan.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri. Kebiasaan hidup sehat juga menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan karakter anak sebagaimana ditekankan melalui 7 KAIH.
Setelah dari TK Negeri Pembina, kunjungan dilanjutkan ke KB Shabwa Amanah di Jalan Kurnia Gang Semangat Jaya.
Di satuan pendidikan tersebut, Lisa meninjau pelaksanaan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). Peninjauan mencakup proses edukasi dan pemeriksaan kesehatan dasar anak, termasuk kebersihan kuku serta kesehatan mulut dan gigi.
Menurut Lisa, pendidikan anak usia dini tidak dapat hanya dilihat dari proses pembelajaran di dalam kelas. Perkembangan anak harus diperhatikan secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan, gizi, pengasuhan, stimulasi dan perlindungan.
“Pendidikan anak usia dini tidak hanya berbicara tentang pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan, gizi, pengasuhan, stimulasi, perlindungan, serta tumbuh kembang anak secara menyeluruh,” ujarnya.
Konsep PAUD Holistik Integratif menjadi penting karena kebutuhan anak pada usia dini saling berkaitan. Pendidikan, kesehatan, kebersihan, pengasuhan dan stimulasi perlu berjalan secara bersama-sama.
Dalam konteks 7 KAIH, pembiasaan tersebut dapat dimulai dari aktivitas yang sederhana. Anak dibiasakan bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, berinteraksi dengan masyarakat, serta mendapatkan waktu tidur yang cukup.
Kebiasaan itu juga membutuhkan dukungan keluarga. Apa yang diperkenalkan di sekolah perlu dilanjutkan di rumah agar tidak berhenti sebagai aktivitas pembelajaran, tetapi menjadi bagian dari rutinitas anak.
Karena itu, sinergi antara satuan pendidikan dan orang tua menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan kesehatan anak sejak dini.
Kunjungan Lisa ke dua satuan pendidikan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperkuat pendidikan anak usia dini yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga kesehatan dan pembentukan karakter.
Lisa berharap penguatan pendidikan karakter dan pemantauan kesehatan dapat berjalan beriringan sehingga anak-anak Banjarbaru mendapatkan fondasi yang kuat sejak usia dini.
“Melalui rangkaian peninjauan ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen untuk terus menyinergikan aspek pendidikan karakter dan pemantauan kesehatan demi mencetak generasi emas yang sehat, kuat, dan cerdas,” kata Lisa.(be)
255
Tidak ada komentar