Gawi Sabarataan di Mentaos, Puing Kebakaran Dipilah ke Bank Sampah untuk Bantu Korban

waktu baca 5 menit
Senin, 21 Sep 2026 01:28 313 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Empat hari setelah kebakaran menghanguskan empat bangunan di RT 04/RW 06 Kelurahan Mentaos, warga dan relawan kembali turun tangan. Minggu (20/9/2026), mereka bergotong royong membersihkan puing, memilah sisa bangunan, dan mengumpulkan material yang masih bernilai untuk dijual melalui Bank Sampah KAMI Mentaos demi membantu warga terdampak.

Semangat “Gawi Sabarataan”, yang berarti bekerja bersama-sama, terasa kuat di tengah puing kebakaran.

Kegiatan tersebut melibatkan Forum RT/RW Mentaos, PSM Kota Banjarbaru, Karang Taruna Kota Banjarbaru, Emergency Mentaos Rescue, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kelurahan Mentaos, Ketua LPM Mentaos, serta Puskesmas Banjarbaru Utara.

Kebakaran terjadi pada Rabu (16/9/2026). Api diperkirakan mulai berkobar sekitar pukul 09.15 WITA. Berdasarkan data warga terdampak, terdapat empat bangunan yang mengalami kerusakan.

Dua rumah terbakar habis, masing-masing milik Selamat Riyadi (48), buruh harian lepas, dan Madi (50), buruh harian lepas. Sementara dua rumah lainnya terbakar sebagian, terutama pada bagian dapur, yakni milik Soedarsono (64), buruh harian lepas, dan H. Sapriansyah (57), aparatur sipil negara.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran meninggalkan kerusakan yang harus segera ditangani, terutama bagi keluarga yang kehilangan rumah.

Empat hari setelah kejadian, warga dan relawan datang ke lokasi untuk membantu membersihkan sisa bangunan.

Lurah Mentaos Ciptadi Sunaryo mengatakan, gotong royong tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk meringankan beban warga setelah musibah. Menurut dia, penanganan tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan, tetapi berlanjut pada pembersihan dan pemulihan lingkungan.

“Pada Minggu 20 September 2026 kami melaksanakan gotong royong dalam rangka membantu korban kebakaran di RT 04 RW 06 Kelurahan Mentaos,” kata Ciptadi.

Menurut dia, warga bersama para relawan membersihkan puing-puing bangunan yang sudah tidak dapat digunakan.

“Kami dan para relawan membantu membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang tidak dapat dipergunakan lagi, bersama warga dan unsur relawan,” ujarnya.

Gotong royong tersebut melibatkan Forum RT/RW Mentaos, PSM Kota Banjarbaru, Karang Taruna Kota Banjarbaru, Emergency Mentaos Rescue, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kelurahan Mentaos, serta Ketua LPM Mentaos.

Di tengah proses pembersihan, warga tidak serta-merta membuang seluruh material yang tersisa. Seng, besi, dan sejumlah bagian bangunan yang masih memiliki nilai dipisahkan untuk dimanfaatkan kembali.

“Kami juga mengumpulkan sisa-sisa bangunan yang masih bisa digunakan seperti seng-seng, sisa-sisa besi yang nanti akan dijual ke bank sampah. Uangnya bisa digunakan pemilik rumah untuk menambah biaya membangun kembali rumahnya,” ujar Ciptadi.

Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan dana bagi warga terdampak untuk membantu proses pembangunan kembali rumah mereka.

Ciptadi mengatakan, gerakan gotong royong tersebut juga tidak berdiri sendiri. Sejak kebakaran terjadi, bantuan datang dari berbagai pihak dengan bentuk yang beragam, mulai dari makanan, barang, dana hingga tenaga.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang sudah memberikan bantuannya baik berupa barang ataupun dana, makanan ataupun support yang lainnya, tenaga, pikiran dan sebagainya,” katanya.

“Apa pun bentuknya kami ucapkan terima kasih. Mudahan apa yang sudah didonasikan dibalas Allah berkali-kali lipat,” lanjutnya.

Perhatian terhadap warga terdampak juga menyentuh aspek kesehatan. Pada saat kegiatan pembersihan berlangsung, Puskesmas Banjarbaru Utara membuka layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), terutama bagi warga yang hadir di lokasi.

“Sekaligus pada hari ini ada kegiatan kolaborasi dengan Puskesmas Banjarbaru Utara, khususnya untuk ibu-ibu dilakukan cek kesehatan gratis,” ujar Ciptadi.

Semangat gotong royong tersebut mendapat apresiasi dari Forum RT/RW Mentaos. Koordinator Forum RT/RW Kelurahan Mentaos Murjani mengatakan, kepedulian warga menjadi dukungan penting bagi keluarga yang sedang menghadapi dampak kebakaran.

“Pertama sekali lagi mengucapkan turut berbelasungkawa atas musibah kebakaran di tiga rumah warga Mentaos. Semoga terus diberikan ketabahan dan kesabaran,” kata Murjani.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan bantuan kepada korban.

“Terima kasih kepada semua pihak yang bersimpati dengan memberikan bantuan terhadap korban. Semoga Allah SWT membalas dengan balasan berlipat ganda. Aamiin,” ujarnya.

Murjani turut mengapresiasi warga yang turun langsung membersihkan lokasi kebakaran.

“Terima kasih juga kepada seluruh warga yang hari ini bergotong royong membersihkan bekas kebakaran,” katanya.

Selain menyampaikan apresiasi, Murjani menjelaskan bahwa material yang masih memiliki nilai ekonomi akan diarahkan ke Bank Sampah KAMI Mentaos. Cara tersebut diharapkan memberi manfaat tambahan bagi korban.

“Seng-seng sisa-sisa kebakaran nanti akan dibeli Bank Sampah KAMI Mentaos agar bisa sedikit membantu dari dana hasil penjualan tersebut,” ujar Murjani.

Musibah tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, kondisi musim kemarau dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat di Kelurahan Mentaos khususnya agar lebih meningkatkan kewaspadaan mencegah terjadinya kebakaran terlebih di musim kemarau panjang seperti ini,” katanya.

Dari tingkat lingkungan, Ketua RT 04/RW 06 Syahli Said turut menyampaikan apresiasi. Menurut dia, kehadiran berbagai unsur di lokasi membuat warga mendapat dukungan saat menghadapi masa sulit.

“Alhamdulillah warga kami dibantu. Terima kasih banyak untuk seluruh relawan Forum RT/RW Mentaos, PSM Kota Banjarbaru, Karang Taruna Kota Banjarbaru, Emergency Mentaos Rescue dan jajaran kelurahan, kecamatan serta Puskesmas Banjarbaru Utara,” kata Syahli.

Di balik kegiatan gotong royong tersebut, ada keluarga yang kini harus memikirkan kembali tempat tinggal setelah rumah mereka habis terbakar.

Noordiyati, salah satu warga terdampak, mengatakan bantuan yang datang sangat berarti bagi keluarganya untuk melewati hari-hari setelah musibah.

“Ulun banyak-banyak mengucapkan terima kasih atas bantuan yang sudah diberikan, bantuan makanan, uang, pakaian,” ujar Noordiyati.

Namun, kebutuhan keluarga korban belum berhenti pada bantuan sehari-hari. Mereka masih membutuhkan tempat untuk berteduh dan berharap rumah dapat kembali dibangun.

“Selain itu, ulun berharap ada bantuan bangunan. Yang penting kami bisa punya tempat untuk berteduh,” kata Noordiyati.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA