BANJARBARUEMAS.COM — Sebanyak 11 anak usia dini dari keluarga prasejahtera di Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, menerima paket bahan ajar untuk mendukung proses belajar dan tumbuh kembang mereka.
Paket bahan ajar anak usia dini dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 tersebut diserahkan langsung oleh Bunda PAUD Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Jumiyati, pada Kamis (20/8/2026) di Kelurahan Landasan Ulin Tengah.
Bantuan tersebut berisi beragam perlengkapan dan media edukatif anak, antara lain tas, buku aktivitas dan mewarnai, media pengenalan angka, pensil warna, krayon, alat tulis, serta bahan belajar bergambar.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat stimulasi belajar anak usia dini, tidak hanya di lingkungan pendidikan, tetapi juga ketika anak belajar dan bermain bersama orang tua di rumah.
Jumiyati mengatakan, penyerahan paket alat ajar tersebut merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang secara optimal.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa menyerahkan secara langsung paket alat edukatif untuk 11 anak kita dari keluarga prasejahtera di Kelurahan Landasan Ulin Tengah,” kata Jumiyati.
Ia menilai keterbatasan ekonomi keluarga tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak untuk mendapatkan dukungan dalam proses pendidikan.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar membagikan perlengkapan belajar, tetapi bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama agar tidak ada satu pun anak di wilayah kita yang kehilangan haknya untuk belajar dan berkembang secara optimal hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.
Menurut Jumiyati, usia dini merupakan fase penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, fondasi belajar perlu diperkuat sejak awal melalui stimulasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Usia dini adalah masa emas, dan fondasi belajar mereka harus kita dukung penuh dari sekarang,” katanya.
Ia berharap perlengkapan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk oleh orang tua untuk mendampingi anak belajar di rumah. Aktivitas seperti membaca, mengenal angka, menggambar, dan mewarnai dapat menjadi kegiatan sederhana yang menggabungkan proses belajar dan bermain.
Dengan demikian, proses stimulasi anak tidak berhenti di sekolah, tetapi dapat berlanjut dalam keseharian keluarga.
Jumiyati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga penyerahan bantuan tersebut dapat terlaksana dengan lancar.
“Harapan kami, paket alat ajar ini bisa memantik semangat anak-anak kita untuk makin gembira dalam belajar, sekaligus meringankan beban para orang tua,” tutur Jumiyati.
Ia berharap perhatian terhadap pendidikan anak usia dini terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
“Semoga langkah kecil ini menjadi dorongan besar bagi kemajuan pendidikan dan masa depan anak-anak kita di Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, dan Kota Banjarbaru tercinta,” kata Jumiyati.
Bagi keluarga penerima, bantuan tersebut menjadi tambahan sarana pembelajaran yang dapat digunakan anak untuk belajar secara lebih interaktif. Kehadiran media edukatif juga membantu orang tua dalam menciptakan aktivitas belajar yang menyenangkan di rumah.
Salah satu orang tua penerima bantuan, Arianti, mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan.
“Terima kasih banyak Bapak/Ibu atas perhatian dan bantuan paket alat ajar ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk melengkapi media pembelajaran yang interaktif bagi anak-anak di sini,” kata Arianti.
Ia mengatakan, anak-anak tentu akan merasa senang mendapatkan perlengkapan belajar yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas edukatif.
“Anak-anak pasti sangat senang. Semoga kegiatan ini membawa berkah,” ujarnya.
Arianti berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menjadi penyemangat bagi orang tua untuk terus mendampingi anak dalam proses belajar.
“Kami sangat bersyukur mendapat perhatian seperti ini. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk anak-anak, membuat mereka semakin semangat belajar, dan menjadi bekal yang baik untuk masa depan mereka,” kata Arianti.(be)
163
Tidak ada komentar