​Pumpung Creative Space Resmi Dibuka, Titik Awal Cempaka Living Museum

waktu baca 3 menit
Jumat, 28 Agu 2026 02:02 101 Banjarbaru Emas

BANJARBARUEMAS.COM – Kampung Pumpung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, memasuki babak baru pengembangan kawasan berbasis sejarah, budaya dan ekonomi kreatif melalui hadirnya Pumpung Creative Space.

Peresmian ruang publik kreatif tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peluncuran Rute Jelajah Intan Trisakti sekaligus memperingati 61 tahun penemuan Intan Trisakti, Rabu (26/8/2026).

Kehadiran Pumpung Creative Space dilatarbelakangi kebutuhan akan ruang publik yang dapat menjadi tempat interaksi sosial masyarakat secara inklusif. Ruang tersebut dirancang sebagai tempat masyarakat beraktivitas, berkarya, belajar, berdiskusi dan menampilkan kebudayaan yang berkembang di Pumpung.

Konsep ruang publik ini berangkat dari pemahaman bahwa manusia membutuhkan tiga ruang utama dalam kehidupan sehari-hari: ruang pertama adalah rumah atau keluarga, ruang kedua adalah sekolah atau kantor tempat bekerja, sedangkan ruang ketiga adalah ruang publik.

Pumpung Creative Space diharapkan mengisi fungsi ruang ketiga tersebut sekaligus menjadi wadah pengembangan kreativitas masyarakat.

Selain aktivitas kreatif, ruang ini diarahkan untuk menjadi tempat pengembangan gastronomi lokal, sekolah ekonomi kreatif, ruang diskusi dan pembelajaran, serta wadah membangun kemandirian komunitas.

Lebih jauh, Pumpung Creative Space diposisikan sebagai salah satu titik awal pengembangan Cempaka Living Museum, dengan menempatkan masyarakat lokal bukan hanya sebagai objek wisata, tetapi sebagai pelaku utama yang menciptakan pengalaman dan nilai dari kampungnya sendiri.

Fasilitas yang berada di kawasan tersebut antara lain koleksi pohon Ramania, pohon kopi, balai pertemuan, amfiteater outdoor, galeri karya, dapur tradisional terbuka, warung tradisional, camping ground serta spot pancing.

Keberadaan ruang tersebut juga terhubung dengan Rute Jelajah Intan Trisakti yang membawa pengunjung mengenal sejarah dan kehidupan Pumpung secara langsung.

Momentum peringatan 61 tahun penemuan Intan Trisakti menjadi penting karena peristiwa tersebut merupakan bagian dari memori kolektif masyarakat Pumpung. Sejarah Intan Trisakti juga menjadi salah satu pintu masuk untuk menceritakan identitas Pumpung dan salah satu lapisan sejarah Kota Banjarbaru.

Namun, pengembangan Pumpung tidak diarahkan hanya untuk mengulang cerita masa lalu. Sejarah tersebut menjadi titik berangkat untuk mengembangkan berbagai aset yang masih hidup di tengah masyarakat.

Karena itu, Pumpung Creative Space, Rute Jelajah Intan Trisakti dan pengembangan gastronomi dirancang sebagai bagian yang saling terhubung. Sejarah memberikan cerita, lanskap memberikan pengalaman, masyarakat menjadi pelaku, sementara gastronomi membuka peluang untuk mengenalkan sumber pangan, pengetahuan dan budaya makan masyarakat.

Dalam proses pengembangannya, Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru menginisiasi pembentukan Bubuhan Pumpung Creative atau BPKraf. Masyarakat dan para penambang yang memiliki pengalaman langsung menjadi sumber pengetahuan dan cerita, sementara generasi muda didorong mengambil peran dalam dokumentasi, pemanduan, seni, konten digital, gastronomi, pengelolaan kegiatan dan pengembangan produk kreatif.

Pengembangan Pumpung dilakukan secara bertahap dan berbasis masyarakat. Tantangan yang dihadapi mencakup infrastruktur, kapasitas pengelola, konsistensi program, dokumentasi sejarah, kebersihan lingkungan, aksesibilitas serta bagaimana memastikan kegiatan wisata memberikan manfaat ekonomi nyata kepada masyarakat.

Strateginya dimulai dari cerita yang kuat, ruang yang aktif, masyarakat yang terlibat dan rute yang menarik, kemudian dilanjutkan dengan peningkatan fasilitas serta kualitas layanan secara bertahap.

Pasca peluncuran, sejumlah agenda pengembangan telah disiapkan, mulai dari penyusunan paket wisata edukasi untuk pelajar, paket gastronomi Pumpung, pelatihan pemandu lokal, dokumentasi sejarah dan cerita masyarakat, penguatan gastronomi serta kalender kegiatan kreatif rutin.

Kerja sama dengan lembaga pendidikan dari PAUD hingga SMA/SMK juga akan dikembangkan melalui kegiatan outing class dan kokurikuler. Selain itu, promosi online dan offline serta persiapan Festival Pumpung menjadi bagian dari agenda lanjutan.

Dengan hadirnya Pumpung Creative Space, peringatan 61 tahun Intan Trisakti tidak hanya menjadi momentum mengenang sebuah peristiwa sejarah. Momentum tersebut sekaligus menjadi titik awal untuk menghidupkan kembali berbagai aset Pumpung dan membangun ruang baru bagi masyarakat untuk menjaga, mengembangkan serta menceritakan identitas kampungnya.

Harapannya, orang yang datang ke Pumpung tidak sekadar pulang membawa foto, tetapi juga membawa cerita tentang Intan Trisakti, masyarakat pendulang, budaya Pumpung dan bagaimana sebuah kampung menjaga identitasnya untuk masa depan. (be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA