BANJARBARUEMAS.COM — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kota Banjarbaru saat musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya. Kebakaran yang melanda kawasan RT 19 Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Selasa (4/8/2026), menyebabkan satu unit rumah yang sudah tidak berpenghuni terdampak kobaran api. Berkat respons cepat petugas gabungan dan relawan, api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke kawasan permukiman warga di sekitar Perumahan Transad Danau Seran.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kawasan tersebut memang menjadi salah satu wilayah yang rawan Karhutla setiap musim kemarau. Kondisi lahan yang mengering membuat api cepat menyebar sehingga memerlukan penanganan secara cepat dan terpadu.
Sesaat setelah kebakaran dilaporkan, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Dinas Pemadam Kebakaran, Brimob, relawan pemadam kebakaran, serta masyarakat setempat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Upaya tersebut difokuskan agar kobaran api tidak menjalar ke permukiman warga.
Lurah Guntung Manggis Rajijanoor Yahya turut berada di lokasi bersama warga dan relawan. Kehadirannya tidak hanya untuk memantau perkembangan situasi, tetapi juga memastikan proses penanganan berlangsung dengan baik hingga api berhasil dikendalikan.
“Atas nama Pemerintah Kelurahan Guntung Manggis, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang bergerak cepat dalam penanganan kebakaran, yaitu BPBD Kota Banjarbaru, Dinas Pemadam Kebakaran, Brimob, para relawan pemadam kebakaran, serta seluruh pihak yang terlibat sehingga api dapat dikendalikan dan tidak meluas ke permukiman warga,” ujar Rajijanoor Yahya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap petugas dan relawan yang berjibaku memadamkan api di tengah cuaca panas, Pemerintah Kelurahan Guntung Manggis juga menyalurkan makanan dan minuman selama proses pemadaman berlangsung.
Menurut Rajijanoor Yahya, perhatian tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kelurahan kepada para petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu demi melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman kebakaran.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat musim kemarau masih berlangsung dan potensi Karhutla masih tinggi, terutama di kawasan yang didominasi lahan kering.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di wilayahnya. Pencegahan merupakan tanggung jawab kita bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Semoga situasi segera benar-benar aman dan seluruh masyarakat senantiasa diberikan perlindungan,” katanya.
Peristiwa Karhutla di Guntung Manggis terjadi bertepatan dengan digelarnya Apel Siaga Bencana Tahun 2026 oleh Pemerintah Kota Banjarbaru di Lapangan dr. Murdjani. Apel tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan selama musim kemarau.
Pemerintah Kota Banjarbaru juga telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan Tahun 2026 sebagai langkah antisipatif. Dengan status tersebut, seluruh sumber daya, personel, peralatan, serta mekanisme penanganan dapat digerakkan secara cepat, terpadu, dan efektif apabila terjadi keadaan darurat.
Peristiwa di Guntung Manggis menjadi pengingat bahwa ancaman Karhutla masih nyata. Selain kesiapan aparat dan relawan, keberhasilan mencegah meluasnya kebakaran juga sangat bergantung pada kepedulian masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Hingga proses pemadaman selesai, situasi di lokasi dinyatakan terkendali. Meski demikian, petugas tetap meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya titik api baru selama musim kemarau masih berlangsung.(be)
219
Tidak ada komentar