Yayasan Mentaos Peduli Santuni 21 Anak Yatim, Padukan Sedekah Sampah dan Bantuan Posyandu di Banjarbaru

waktu baca 5 menit
Kamis, 16 Jul 2026 06:56 178 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM – Kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui berbagai cara. Di Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, semangat berbagi tidak hanya diwujudkan dalam bentuk santunan kepada anak yatim, tetapi juga dipadukan dengan gerakan peduli lingkungan dan penguatan layanan kesehatan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan santunan anak yatim yang digelar Yayasan Mentaos Peduli di Bank Sampah KAMI, Jumat (10/7/2026), bertepatan dengan 24 Muharram 1448 Hijriah.

Sebanyak 21 anak yatim-piatu berusia 5 hingga 13 tahun menerima santunan. Mereka merupakan anak-anak yang belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Banjarbaru pada momentum 10 Muharram tahun ini.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir Camat Banjarbaru Utara Taufik Purwanto, Lurah Mentaos Ciptadi Sunaryo, Ketua Yayasan Mentaos Peduli Soewondo, jajaran Puskesmas Banjarbaru Utara, para Ketua Posyandu se-Kelurahan Mentaos, Forum RT/RW, Ketua LPM, TP PKK, Bank Sampah KAMI, Bhabinkamtibmas, serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini aktif mendukung kegiatan sosial di Kelurahan Mentaos.

Tidak hanya menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim, panitia juga menyalurkan bantuan rutin kepada empat Posyandu melalui program MERINDU (Mentaos Peduli Posyandu). Program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan dasar bagi ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lanjut usia yang selama ini dijalankan para kader Posyandu.

Seluruh kegiatan terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak. Pendanaan berasal dari Yayasan Mentaos Peduli, Kelurahan Mentaos, Forum RT/RW, Ketua LPM, TP PKK, Bank Sampah KAMI, Bhabinkamtibmas, serta para donatur masyarakat. Total dana yang disalurkan mencapai sekitar Rp5,4 juta, hasil urunan Ketua RT dan Ketua RW se-Kelurahan Mentaos, para donatur, serta kas internal Yayasan Mentaos Peduli.

Yang menarik, kegiatan santunan tahun ini menghadirkan konsep berbeda. Seluruh penerima santunan maupun tamu undangan diminta membawa sampah anorganik dari rumah untuk disetorkan ke Bank Sampah KAMI sebelum mengikuti rangkaian acara.

Gerakan tersebut menjadi bagian dari literasi lingkungan yang terus dikembangkan Kelurahan Mentaos bersama Bank Sampah KAMI. Masyarakat diajak memahami bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sosial. Seluruh hasil penjualan sampah anorganik kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial berikutnya. Dengan demikian, sedekah tidak hanya diwujudkan dalam bentuk uang, tetapi juga melalui kebiasaan memilah sampah yang memberikan manfaat bagi sesama.

Ketua Yayasan Mentaos Peduli Soewondo mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama. Kepedulian sosial seperti ini kami harapkan terus tumbuh menjadi budaya masyarakat sehingga semangat berbagi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Soewondo, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat Mentaos yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat sehingga kegiatan santunan dan berbagai program sosial Yayasan Mentaos Peduli dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

Camat Banjarbaru Utara Taufik Purwanto mengapresiasi kekompakan seluruh Ketua RT dan Ketua RW di Kelurahan Mentaos yang berhasil membangun kolaborasi bersama pemerintah kelurahan, Yayasan Mentaos Peduli, serta berbagai elemen masyarakat dalam menghadirkan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi warga.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

“Apresiasi yang luar biasa saya sampaikan kepada seluruh jajaran Ketua RT dan Ketua RW di Kelurahan Mentaos. Kolaborasi yang terbangun hari ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama masih sangat kuat mengakar di tengah-tengah masyarakat kita,” kata Taufik.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya sehingga santunan kepada anak-anak yatim dapat terlaksana.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada para donatur yang telah menyisihkan rezekinya. Bantuan dana yang terkumpul sangat berarti untuk meringankan beban sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang kita cintai di Kelurahan Mentaos,” ujarnya.

Taufik berharap kekompakan antara masyarakat, pengurus RT/RW, pemerintah kelurahan, dan para donatur terus terjaga sehingga semakin banyak kegiatan sosial yang dapat diwujudkan di masa mendatang.

“Semoga kekompakan antara warga, pengurus RT/RW, pemerintah kelurahan, dan para donatur terus terjalin dengan baik. Semoga setiap kebaikan yang dilakukan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan bagi semua, serta menginspirasi wilayah lain di Kota Banjarbaru untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Mentaos Ciptadi Sunaryo menilai semangat berbagi yang tumbuh dari masyarakat menjadi bukti bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran maupun pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya modal sosial yang hidup di tengah masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, Yayasan Mentaos Peduli, Forum RT/RW, TP PKK, kader Posyandu, Bank Sampah KAMI, dan masyarakat telah menghadirkan manfaat nyata sekaligus memperkuat budaya gotong royong.

Ia menambahkan, kebiasaan membawa sampah anorganik dalam setiap kegiatan sosial akan terus didorong sebagai bagian dari gerakan memilah sampah sejak dari rumah. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, hasil pengelolaannya juga dimanfaatkan kembali untuk membiayai berbagai kegiatan sosial sehingga manfaatnya terus berputar kepada masyarakat.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa berbagi tidak selalu harus menunggu memiliki banyak. Melalui kepedulian kepada anak yatim, dukungan terhadap Posyandu, gotong royong antarwarga, hingga kebiasaan menyedekahkan sampah anorganik, kita sedang membangun modal sosial yang sangat berharga. Jika semangat ini terus dijaga, saya yakin Kelurahan Mentaos akan semakin sehat, semakin peduli, semakin mandiri, dan mampu menjadi contoh bahwa pembangunan yang berkelanjutan selalu dimulai dari kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar,” ujar Ciptadi.

Ia berharap gerakan yang diinisiasi Yayasan Mentaos Peduli terus berkembang menjadi budaya masyarakat yang hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Ketika warga saling membantu, peduli terhadap anak-anak yang membutuhkan, mendukung pelayanan Posyandu, dan menjaga lingkungan melalui kebiasaan memilah sampah, maka sesungguhnya kita sedang membangun Banjarbaru yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan mulai dari lingkungan terkecil,” pungkas Ciptadi. (be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA