Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Dimulai di Banjarbaru, Wali Kota Lisa Ajak Ayah Lebih Terlibat dalam Pendidikan
waktu baca 6 menit
Senin, 13 Jul 2026 10:27 312 Banjarbaru Emas 2
BANJARBARUEMAS.COMBA– Pemandangan berbeda mewarnai hari pertama masuk sekolah di Kota Banjarbaru, Senin (13/7/2026). Sejak pagi, halaman sekolah yang biasanya didominasi para ibu dipenuhi para ayah yang menggandeng tangan putra-putrinya menuju ruang kelas. Sebelum bel berbunyi, mereka tampak memberikan pelukan, senyum, serta kata-kata penyemangat sebagai bekal anak memulai tahun ajaran baru.
Momen yang hanya berlangsung beberapa menit itu menyimpan makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mengantar anak ke sekolah. Kehadiran ayah menjadi simbol dukungan emosional, rasa aman, dan perhatian yang mampu menumbuhkan kepercayaan diri anak saat memulai perjalanan pendidikannya. Bagi banyak anak, momen sederhana tersebut akan menjadi kenangan yang terus melekat hingga dewasa.
Suasana hangat itu merupakan implementasi Surat Edaran Wali Kota Banjarbaru Nomor: 000/2/VI/BIDKKK/2026 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR). Melalui gerakan tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru mengajak para ayah mengambil peran lebih aktif dalam pendidikan dan pengasuhan anak, dimulai dari hari pertama sekolah hingga saat menerima rapor.
Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, mengatakan keterlibatan ayah tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah. Kehadiran ayah dalam kehidupan sehari-hari merupakan bagian penting dalam membangun karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis.
Gerakan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Banjarbaru untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendorong semakin besarnya keterlibatan ayah dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak.
Melalui surat edarannya, Lisa mengimbau seluruh pimpinan SKPD, camat, lurah, hingga satuan pendidikan agar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan GAMAS dan GEMAR.
“Saya mengimbau kepada seluruh pimpinan SKPD, camat, dan lurah se-Kota Banjarbaru agar memberikan dukungan kebijakan maupun imbauan kepada seluruh pegawai untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan GEMAR dan GAMAS. Begitu pula seluruh satuan pendidikan agar menginformasikan kepada ayah atau wali ayah peserta didik sehingga gerakan ini dapat terlaksana secara maksimal,” ujar Lisa.
Ia juga mengajak seluruh ayah maupun wali murid yang memiliki anak pada jenjang PAUD, sekolah dasar, hingga sekolah menengah untuk meluangkan waktu hadir pada dua momentum penting pendidikan anak, yakni mengantar anak pada hari pertama sekolah dan mengambil rapor secara langsung.
Menurut Lisa, pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. Keluarga merupakan fondasi utama pembentukan karakter anak, sedangkan kehadiran ayah memiliki peran besar dalam membangun keberanian, disiplin, tanggung jawab, serta motivasi belajar.
Ajakan tersebut langsung mendapat sambutan luas pada hari pertama pelaksanaan GAMAS. Sejumlah lurah dan tokoh masyarakat tidak hanya mengajak warganya mendukung gerakan itu, tetapi juga memberikan teladan dengan mengantar langsung putra-putri mereka ke sekolah. Di antaranya Lurah Guntung Manggis Rajijanoor Yahya Lukmana, Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi, Lurah Landasan Ulin Tengah M. Faisal Rizal, Lurah Landasan Ulin Selatan Yadi, Ketua RT 21 RW 05 Kelurahan Syamsudin Noor Erwin Solihan, serta Ketua RW 3 Kelurahan Syamsudin Noor Yuli Anwar. Bersama ratusan ayah lainnya di berbagai sekolah, mereka menjadi bagian dari gerakan yang ingin menumbuhkan budaya baru dalam pengasuhan, yakni ayah hadir dan terlibat sejak langkah pertama anak memasuki dunia pendidikan.
Lurah Guntung Manggis, Rajijanoor Yahya Lukmana, menilai GAMAS merupakan simbol kehadiran ayah dalam setiap fase kehidupan anak.
“Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah bukan sekadar mengantar anak di hari pertama sekolah, tetapi menjadi simbol kehadiran seorang ayah dalam tumbuh kembang anak. Kehadiran ayah, meskipun sederhana, memberikan rasa aman, semangat, dan kepercayaan diri bagi anak untuk memulai proses belajar,” katanya.
Yahya mengatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan Wali Kota Banjarbaru karena sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan keluarga. Menurutnya, kehadiran ayah yang konsisten akan membangun karakter anak sekaligus mempererat hubungan emosional di dalam keluarga.
“Kami mengajak seluruh orang tua, khususnya para ayah di Kelurahan Guntung Manggis, menjadikan gerakan ini sebagai budaya dalam keluarga. Tidak hanya pada hari pertama sekolah, tetapi juga melalui komunikasi, pendampingan belajar, dan perhatian dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga yang harmonis akan melahirkan generasi Banjarbaru yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan,” ujarnya.
Semangat serupa disampaikan Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi. Setelah mengantar anaknya ke sekolah, ia mengapresiasi antusiasme para ayah yang turut meluangkan waktu mendampingi putra-putri mereka pada hari pertama masuk sekolah.
“Ulun mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam Gerakan Ayah Mengantar Sekolah. Pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu atau sekolah, tetapi juga membutuhkan kehadiran dan peran aktif seorang ayah.”
Menurut Reza, beberapa menit kebersamaan sebelum anak memasuki kelas merupakan investasi emosional yang akan membentuk karakter, rasa percaya diri, serta kedekatan ayah dan anak.
“Ulun berharap Gerakan Ayah Mengantar Sekolah menjadi kebiasaan baik yang terus dilakukan oleh para orang tua.”
Hal serupa dilakukan Lurah Landasan Ulin Tengah, M. Faisal Rizal, yang mengantar langsung putrinya ke sekolah.
“Pagi ini saya mendapat kesempatan mengantar putri saya di hari pertama masuk sekolah. Momen sederhana ini mengingatkan saya bahwa kehadiran seorang ayah memiliki arti yang sangat besar bagi tumbuh kembang anak.”
Menurut Faisal, kesibukan sebagai aparatur pemerintah tidak boleh menjadi alasan untuk melewatkan momen penting bersama keluarga.
“Kehadiran kita bukan hanya sebagai pengantar, tetapi juga sebagai penyemangat, pelindung, dan teladan. Kehadiran seorang ayah hari ini akan menjadi kenangan berharga dan kekuatan bagi masa depan anak.”
Sementara itu, Lurah Landasan Ulin Selatan, Yadi, yang juga mengantar anaknya ke sekolah, menilai GAMAS menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pembangunan karakter keluarga.
“GAMAS adalah bukti nyata pemerintah terlibat dalam perkembangan mental dan pendidikan anak. Kehadiran ayah merupakan bentuk nyata kerja sama dalam pengasuhan yang memperkuat dukungan emosional sekaligus membangun semangat belajar anak.”
Suasana haru juga dirasakan Ketua RT 21 Kelurahan Syamsudin Noor, Erwin Solihan, saat mendampingi putrinya, Assyifa Khairunnisa, memasuki kelas barunya.
“Alhamdulillah, tadi dia bangun subuh karena sangat semangat. Malam sebelumnya dia sudah menyiapkan sendiri perlengkapan sekolah. Saya sebagai orang tua sangat senang bisa mengantar anak di hari pertama sekolah. Momen ini memberi kesan yang menyenangkan dan ceria di awal tahun pelajaran baru.”
Menurut Erwin, wajah-wajah ceria para orang tua yang mengantar anak ke sekolah menunjukkan bahwa perhatian sederhana dari ayah mampu memberikan semangat besar bagi anak dalam memulai proses belajar.
Ketua RW Kelurahan Syamsudin Noor, Yuli Anwar, yang juga mengantar anaknya ke sekolah, menilai gerakan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan sekolah.
“Gerakan ini mendorong semua ayah untuk lebih memberikan perhatian kepada pendidikan anak-anaknya. Tanggung jawab mendidik tidak seratus persen berada di tangan guru, tetapi membutuhkan peran aktif orang tua. Meluangkan waktu mengantar anak di hari pertama sekolah mungkin terlihat sederhana, tetapi dukungan mental seperti itu akan dikenang anak sepanjang hidupnya.”ucap Yuli.
Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperkuat peran ayah di lingkungan keluarga. Melalui langkah sederhana seperti mengantar anak ke sekolah dan hadir saat pembagian rapor, pemerintah ingin menumbuhkan budaya pengasuhan yang lebih aktif dan kolaboratif. Dengan semakin besarnya keterlibatan ayah dalam pendidikan anak, diharapkan lahir generasi Banjarbaru yang lebih percaya diri, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan, sejalan dengan visi mewujudkan Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).
Tidak ada komentar