BANJARBARUEMAS.COM – Komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pelestarian tradisi masyarakat kembali ditunjukkan melalui dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Muharram 1448 Hijriah di Kelurahan Cempaka.
Dukungan tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Kalsel yang diserahkan secara simbolis oleh Sri Lailana selaku Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Banjarbaru kepada Panitia Festival Muharram 1448 H, Senin (15/6/2026).
Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung rangkaian kegiatan Festival Muharram yang digelar oleh Pesantren Miftahul Khairiyah bersama masyarakat Kecamatan Cempaka.
Festival Muharram 1448 H sendiri telah resmi dimulai pada Minggu (14/6/2026) melalui berbagai lomba keagamaan dan akan mencapai puncaknya pada Selasa (16/6/2026) melalui Pawai Akbar Muharram yang diperkirakan melibatkan sekitar 1.450 peserta dari berbagai kalangan.
Mengusung tema “Hijrah dari Ketergantungan Gadget, Menuju Pribadi yang Berilmu dan Berakhlak di Lingkungan Banjarbaru Emas”, kegiatan ini menjadi wadah syiar Islam sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, memperkuat pendidikan agama, dan membangun karakter yang berlandaskan akhlakul karimah.
Ketua Panitia Festival Muharram 1448 H, Wardaniah, mengatakan dukungan yang diberikan Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menjadi suntikan semangat bagi panitia untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Menurutnya, perhatian dan antusiasme Wali Kota terhadap kegiatan masyarakat, khususnya kegiatan keagamaan di Cempaka, menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dalam mendukung pelestarian tradisi Islam yang telah berlangsung puluhan tahun.
“Kami selaku panitia pelaksana Pawai Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sangat berterima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Ibu Wali Kota Banjarbaru yang sangat antusias mendukung pelaksanaan acara ini.
Dukungan beliau memberikan semangat besar bagi kami untuk menyelenggarakan kegiatan yang lebih baik dan lebih meriah tahun ini,” ujar Wardaniah.
Ia mengungkapkan, panitia juga tidak menyangka proposal bantuan yang diajukan mendapatkan respons cepat dari Bank Kalsel melalui program CSR yang difasilitasi Pemerintah Kota Banjarbaru.
“Kami tidak menduga Bank Kalsel langsung menyetujui proposal yang kami ajukan untuk mendukung kegiatan ini secara material. Bantuan tersebut sangat membantu kami dalam mempersiapkan seluruh rangkaian acara sehingga dapat berjalan sesuai harapan,” katanya.
Festival Muharram di Cempaka sendiri bukanlah kegiatan baru. Tradisi peringatan Tahun Baru Islam ini telah berlangsung sejak era 1990-an dan menjadi salah satu agenda keagamaan yang paling dinantikan masyarakat setempat.
Awalnya kegiatan tersebut hanya melibatkan madrasah dan warga sekitar pesantren. Namun seiring perkembangan waktu, Festival Muharram terus tumbuh hingga melibatkan masyarakat umum dari berbagai kalangan, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, hingga kelompok-kelompok majelis taklim.
Kini, tradisi yang telah berusia lebih dari tiga dekade itu menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Cempaka dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam.
Puncak kegiatan akan digelar melalui Pawai Akbar Muharram pada Selasa (16/6/2026). Sebanyak 1.450 peserta dari jenjang TPA, TK, RA, MI, SD, MTs hingga MA akan turut ambil bagian bersama remaja masjid, pengurus mushala, kelompok yasinan, burdah, maulid, serta berbagai organisasi kemasyarakatan di Kecamatan Cempaka.
Rute pawai akan dimulai dari halaman Pesantren Miftahul Khairiyah, melintasi Jalan Mistar Cokrokusumo menuju halaman Masjid Nurul Hasanah di Kelurahan Sungai Tiung, kemudian kembali ke halaman pesantren sebagai titik akhir kegiatan.
Wardaniah berharap dukungan Pemerintah Kota Banjarbaru dan seluruh elemen masyarakat dapat menjadikan Festival Muharram sebagai agenda tahunan yang terus berkembang dan menjadi kebanggaan warga Cempaka.
“Harapan kami acara ini berjalan lancar dan sukses. Kami ingin momentum 1 Muharram ini tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi tradisi yang terus lestari, memperkuat syiar Islam, mempererat kebersamaan masyarakat, dan menjadi event tahunan yang selalu dinantikan di Kota Banjarbaru,” tutupnya.(be)
245
Tidak ada komentar