Iklan — 728×90
Zona Iklan
Iklan — 728×90

Sinergi dengan Bank kalsel, Wali Kota Resmikan Bank Sampah Si Palui di SDN 3 Kemuning

Jurnalis
8 Mei 2026
23:56 WIB
2 mnt baca
7 tayangan
Bagikan: Facebook X

BANJARBARUEMAS.COM – Dalam rangka menyelesaikan persoalan sampah berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah Kota Banjarbaru, terbaru Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, secara resmi meluncurkan Bank Sampah “SIPALUI” dan Program Digitalisasi Sekolah di SDN 3 Kemuning pada Jumat (8/05/2026).

Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Bank Kalsel dan Pemerintah Kota Banjarbaru yang menggandeng sekolah dalam memadukan kepedulian lingkungan dengan penguatan literasi keuangan di dunia pendidikan.

Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby menekankan bahwa program ini adalah cara nyata untuk membangun karakter generasi yang peduli lingkungan melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Program tersebut juga diharapkan menjadikan sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi, siswa diajarkan bahwa disiplin menjaga lingkungan dapat memberikan keuntungan finansial.

“Melalui program ini, para siswa tidak hanya melek teknologi melalui ekosistem digital sekolah, tetapi juga memiliki literasi dan karakter keuangan yang baik melalui tabungan SIMPEL,” ujar Wali Kota Banjarbaru.

Ia juga berharap hasil dari sampah yang sudah dikumpulkan bisamnejadi barang lain setelah diolah, dengan begitu sampah bisa lebih bernilai serta bisa mengurangi sejah dari hulu.

“Siswa juga diarahkan untuk olah sampah menjadi produk hastakarya yang dapat diperjual belikan baik secara langsung disekolah atau secara daring melalui media digita. Bahkan hari ini itu sudah dilakukan produk siswa yang telah diolah menjadi hiasan pajangaan,” ucapnya.

Kepala Cabang Bank Kalsel Kota Banjarbaru, Rina Armiaty mengatakan bahwa kunggulan utama dari Bank Sampah “SIPALUI” ini adalah sistemnya yang telah terintegrasi secara digital dengan produk perbankan SIMPEL (Simpanan Pelajar) milik Bank Kalsel.

“Dalam mekanisme ini, setiap penjualan sampah yang dilakukan oleh siswa tidak lagi diterima dalam bentuk tunai, melainkan langsung terkoneksi dan masuk ke rekening tabungan masing-masing siswa secara otomatis. Langkah ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk sadar lingkungan dengan lebih giat memilah sampah sekaligus menumbuhkan budaya menabung sejak dini,” tutupnya.(be)

Artikel ini bermanfaat? Bagikan: Facebook X

Banjarbaru Emas

Jurnalis — Meridian News
Iklan — 728×90
Zona Iklan
Iklan — 728×90

💬 Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.