Warga Banjarbaru Diminta Laporkan Akun TikTok Diduga Palsu yang Mengatasnamakan Wali Kota

waktu baca 3 menit
Rabu, 18 Feb 2026 02:17 305 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Kewaspadaan warga Banjarbaru kembali diuji oleh maraknya akun media sosial palsu. Sebuah akun TikTok dengan tautan https://www.tiktok.com/@hj.erna.lisa.hala?_r=1&_t=ZS-940mfZlmdTZ , diduga menyamar dan mengatasnamakan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby.

Temuan ini bermula pada Rabu (18/2/2026) pagi, ketika seorang warga Banjarbaru, Harie (45), mendapati akun tersebut muncul di berandanya. Nama dan tampilan profilnya menyerupai figur Wali Kota, sehingga sekilas terlihat meyakinkan.

“Awalnya saya kira akun resmi. Tapi setelah saya perhatikan, tidak ada tanda verifikasi dan beberapa unggahannya terlihat janggal,” ujar Harie saat dikonfirmasi.

Merasa perlu memastikan, Harie kemudian membagikan tautan akun tersebut ke grup WhatsApp warga. Diskusi pun berkembang cepat. Sejumlah anggota grup menyatakan hal serupa: akun itu bukan akun resmi dan diduga palsu.

Dari klarifikasi bersama itu, warga menyimpulkan akun tersebut merupakan akun fake yang mengatasnamakan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby. Kekhawatiran muncul karena modus seperti ini kerap menjadi pintu masuk penipuan digital.

Dalam berbagai kasus serupa di sejumlah daerah, akun palsu memanfaatkan nama pejabat publik untuk membangun kepercayaan. Setelah itu, pelaku biasanya menghubungi calon korban melalui pesan langsung (DM), lalu mengarahkan komunikasi ke WhatsApp atau meminta bantuan tertentu, termasuk transfer dana.

Harie pun mengajak warga Banjarbaru untuk tidak tinggal diam. Ia menegaskan pentingnya langkah kolektif agar akun tersebut segera ditindak oleh pihak TikTok.

“Saya mengajak seluruh warga Banjarbaru untuk bersama-sama melaporkan akun ini. Jangan sampai ada yang menjadi korban. Kalau kita bergerak bersama, insyaallah cepat ditindak,” ujarnya.

Warga sepakat untuk tidak berinteraksi dengan akun tersebut dan mengimbau masyarakat agar tidak memberikan data pribadi, nomor telepon, kode OTP, maupun informasi penting lainnya kepada akun yang tidak terverifikasi.

Langkah paling efektif saat ini adalah pelaporan kolektif melalui fitur resmi TikTok. Semakin banyak laporan yang masuk dengan alasan yang tepat, semakin cepat proses peninjauan dilakukan oleh pihak platform.

Cara melaporkannya relatif mudah. Buka profil akun yang dimaksud, ketuk ikon “Bagikan” atau tanda tiga titik di pojok kanan atas, lalu pilih “Laporkan”. Setelah itu pilih “Laporkan akun” dan tentukan alasan yang sesuai, seperti “Berpura-pura menjadi orang lain” atau “Penipuan/Scam”. Ikuti petunjuk hingga laporan terkirim.

Jika menemukan video tertentu yang mencurigakan, pengguna juga dapat menekan dan menahan video tersebut, kemudian memilih opsi “Laporkan” dan mengisi alasan pelanggaran. TikTok akan meninjau laporan berdasarkan pedoman komunitasnya dan berwenang menonaktifkan akun apabila terbukti melanggar.

Pelaporan bersifat rahasia dan identitas pelapor tidak akan diketahui oleh akun yang dilaporkan. Karena itu, warga tidak perlu ragu untuk mengambil tindakan.

Peristiwa yang dialami Harie menjadi pengingat bahwa literasi digital dan kepedulian kolektif sangat dibutuhkan. Keamanan ruang digital tidak hanya bergantung pada aparat atau penyedia platform, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.

Warga Banjarbaru diimbau untuk segera melaporkan akun tersebut serta meneruskan informasi ini ke grup RT/RW, komunitas, dan keluarga agar semakin banyak yang waspada. Semakin cepat informasi menyebar dan laporan terkirim, semakin kecil peluang pelaku memanfaatkan kelengahan.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA