Sekda Banjarbaru: Bela Negara Adalah Kesadaran Kolektif di Tengah Tantangan Zaman

waktu baca 3 menit
Senin, 22 Des 2025 03:51 163 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM— Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, memimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 tingkat Kota Banjarbaru yang digelar di Lapangan dr. Murdjani, Senin (22/12/2025). Upacara berlangsung tertib dan khidmat dengan mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, sekaligus menjadi momentum refleksi kebangsaan di tengah dinamika dan tantangan global yang kian kompleks.

Dalam amanatnya selaku inspektur upacara, Sirajoni mengajak seluruh peserta untuk memaknai Hari Bela Negara tidak sekadar sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan sebagai pengingat sejarah sekaligus panggilan tanggung jawab kebangsaan. Ia menegaskan bahwa peringatan ini berakar dari peristiwa berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada 19 Desember 1948, saat para pendiri bangsa mempertaruhkan segalanya demi menjaga eksistensi Republik Indonesia.
“Dalam situasi yang sangat genting, ketika ibu kota negara diduduki dan para pemimpin ditawan, bangsa ini tidak menyerah. PDRI menjadi simbol bahwa negara tetap hidup karena adanya semangat bela negara yang menyatu dalam jiwa rakyatnya,” kata Sirajoni.

Menurut dia, semangat bela negara pada masa kini harus diterjemahkan secara lebih luas dan kontekstual. Tantangan bangsa tidak lagi hanya berupa ancaman fisik, melainkan juga rivalitas geopolitik global, percepatan teknologi digital, ancaman siber, krisis iklim, serta bencana alam yang semakin sering dan tidak terduga.
“Karena itu, bela negara hari ini adalah kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan, memperkuat ketahanan nasional, serta membangun daya lenting masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko,” ujarnya.

Sirajoni juga menekankan pentingnya kepedulian sosial sebagai bagian dari praktik nyata bela negara. Ia mengajak seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat Banjarbaru untuk menumbuhkan empati dan solidaritas, khususnya kepada warga yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Bela negara juga berarti hadir saat saudara-saudara kita mengalami musibah. Kepedulian dan gotong royong adalah kekuatan khas bangsa Indonesia yang harus terus dijaga,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sirajoni turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Ibu yang bertepatan dengan 22 Desember 2025. Ia menyebut perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran strategis dalam membangun fondasi bangsa melalui pendidikan karakter, penanaman nilai kebangsaan, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari keluarga yang kuat dan penuh kasih sayang, akan lahir generasi yang berkarakter, tangguh, dan cinta tanah air,” katanya.

Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan serah terima bantuan peralatan kebencanaan sebagai bagian dari upaya penguatan kesiapsiagaan daerah. Bantuan tersebut meliputi satu unit truk serbaguna yang dirancang sebagai kendaraan tanggap darurat multifungsi, serta perangkat Early Warning System (EWS) yang berfungsi untuk mendeteksi, memantau, dan memberikan peringatan dini terhadap potensi bencana.

Melalui peringatan Hari Bela Negara ini, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk terus menanamkan nilai-nilai bela negara dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat, sekaligus meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai ancaman dan bencana. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketangguhan Banjarbaru sebagai kota yang siap menghadapi tantangan masa depan, sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA