Refleksi Isra Mi’raj di Masjid Agung Al Munawwarah, Wali Kota Banjarbaru Ajak Warga Makmurkan Masjid dan Menjadi Insan Bermanfaat

waktu baca 3 menit
Kamis, 22 Jan 2026 17:11 303 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Agung Al Munawwarah, Jalan Trikora, Kelurahan Kemuning, Banjarbaru, Kamis 22 Januari 2026 malam.
Ribuan jamaah memadati masjid kebanggaan warga Banjarbaru itu untuk mengikuti Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Kota Banjarbaru.

Kegiatan keagamaan yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut dihadiri Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby. Dalam kesempatan itu, sambutan Wali Kota dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni.
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjarbaru menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir dan ikut memakmurkan masjid dalam momentum peringatan Isra Mi’raj.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir pada peringatan Isra Mi’raj malam ini. Semoga kita selalu dimampukan untuk senantiasa memakmurkan masjid, walau sesibuk apa pun aktivitas kita, dan dimudahkan untuk menjadi insan yang istiqomah dalam kebaikan,” demikian sambutan Wali Kota yang dibacakan Sekda Sirajoni.

Wali Kota juga berharap tausiyah yang disampaikan penceramah dapat menjadi pencerah iman dan membawa manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat Banjarbaru. Momentum Isra Mi’raj, menurutnya, harus dimaknai sebagai sarana memperkuat nilai spiritual sekaligus sosial.

“Mari kita munajatkan doa-doa terbaik pada momentum Isra Mi’raj ini agar membawa berkah serta rahmat, bagi masyarakat dan Kota Banjarbaru khususnya,” lanjutnya.

Peringatan Isra Mi’raj tersebut diisi dengan ceramah agama oleh KH. Muhammad Qomaruddin, yang akrab dikenal masyarakat sebagai Guru Busu Kelayan. Dalam tausiyahnya, Guru Busu mengajak jamaah memahami Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi sebagai pedoman membentuk manusia yang bermutu dan memberi manfaat bagi sesama.

Guru Busu menegaskan bahwa meneladani Nabi Muhammad SAW tidak dibatasi oleh waktu dan keadaan. “Segala yang berkaitan dengan Rasulullah harus menjadi contoh bagi kita, karena beliau adalah uswatun hasanah, teladan terbaik umat manusia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu hikmah besar Isra Mi’raj adalah membina manusia agar menjadi insan kamil, manusia paripurna yang berkualitas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya, apa pun profesinya.

“Rasulullah adalah manusia yang paling dicintai Allah. Melalui Isra Mi’raj, umatnya diberi gambaran bagaimana membersihkan hati, memperkuat iman, dan menapaki jalan menuju ridha Allah,” tuturnya.

Guru Busu juga menekankan bahwa manusia diciptakan Allah dengan keunggulan dibanding makhluk lain, karena dianugerahi akal, nafsu, serta kesempurnaan unsur penciptaan. Oleh karena itu, manusia dituntut untuk bersyukur dengan cara menghadirkan manfaat bagi sesama.

“Bagaimana kita bisa memberi manfaat kepada orang lain jika hati kita tidak bersih? Membersihkan hati adalah syarat utama agar hidup kita membawa kebaikan,” pesan Guru Busu di hadapan jamaah.(be)

.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA