BANJARBARUEMAS.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, suasana di sekretariat Yayasan Abdul Aziz Halaby di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (18/3/2026), tampak lebih ramai dari biasanya. Sejak pagi, ribuan pekerja sektor nonformal berdatangan secara bergelombang. Mereka terdiri atas petugas kebersihan, tenaga pertamanan, guru mengaji, penggali kubur, hingga penjaga makam.
Kegiatan yang digelar yayasan tersebut dikemas sebagai berbagi kebahagiaan menjelang Lebaran. Sasaran utamanya adalah para pekerja lapangan yang selama ini terlibat langsung dalam pelayanan sosial dan kebersihan kota, tetapi kerap luput dari perhatian publik.
Pembina Yayasan Abdul Aziz Halaby, Hj Erna Lisa Halaby, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang dihimpun melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan sejumlah dinas teknis di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.
“Total penerima lebih dari 3.000 orang. Datanya sudah dihimpun melalui Kesra dan beberapa dinas di Banjarbaru,” ujarnya.
Ia merinci, sebanyak 2.147 orang berasal dari data Bagian Kesra. Sebanyak 558 orang merupakan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup. Adapun 490 orang lainnya berasal dari Dinas Perumahan dan Permukiman, yang meliputi penggali kubur, penjaga makam, dhuafa, serta janda di lima kecamatan di Banjarbaru.
Menurut Hj. Erna Lisa, pola penyaluran berbasis data tersebut menjadi pendekatan baru yayasan agar bantuan lebih terukur dan menjangkau penerima secara merata. Selama ini, kegiatan berbagi umumnya dilakukan langsung kepada masyarakat sekitar. Kini, koordinasi dengan dinas terkait dilakukan untuk memastikan akurasi data dan pemerataan distribusi.
“Biasanya berbagi langsung ke masyarakat sekitar, sekarang lebih terdata melalui dinas,” katanya.
Momentum menjelang Idulfitri dinilai tepat karena kebutuhan rumah tangga meningkat. Bagi pekerja dengan penghasilan harian atau honor terbatas, tambahan bantuan menjadi penopang penting untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Udin (43), petugas kebersihan yang bertugas menyapu sejumlah ruas jalan di Banjarbaru, mengaku bantuan tersebut membantu meringankan beban menjelang Lebaran.
“Alhamdulillah. Uangnya dipakai untuk kebutuhan keluarga di rumah,” ujarnya.
Kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk pengakuan terhadap peran pekerja sektor nonformal dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik. Dari kebersihan lingkungan, perawatan taman, hingga layanan pemakaman dan pendidikan keagamaan di tingkat komunitas, kontribusi mereka dinilai menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial kota.
Yayasan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang sebagai wujud kepedulian yang berkelanjutan.
“Mohon doa agar kita terus bisa berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada mereka,” kata Hj. Erna Lisa.(be)
320
Tidak ada komentar