Liputan

Delegasi Banjarbaru Bawa Isu Kemandirian Komunitas ke Rakornas ICCN 2026

Banjarbaru Emas · 6 mnt baca
Delegasi Banjarbaru Bawa Isu Kemandirian Komunitas ke Rakornas ICCN 2026

BANJARBARUEMAS.COM – Delegasi Banjarbaru sekaligus Kalimantan Selatan yang terdiri dari komite ekonomi kreatif kota Banjarbaru, Koordinator Daerah Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Kalimantan Selatan, Koordinator ICCN Kota Banjarbaru, serta jejaring komunitas Bubuhan Pumpung Creative (BPKraf), menyuarakan pentingnya kemandirian komunitas dalam rangkaian Indonesia Creative Connect (ICC) dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 di Jakarta, 24–25 Oktober 2026.

Gagasan bertajuk Kemandirian Komunitas: Energi, Air, Ekologi, dan Ruang Kreatif tersebut membawa perspektif daerah mengenai pentingnya membangun ekosistem kota kreatif yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga tangguh menghadapi gangguan layanan dasar dan persoalan lingkungan.

Dalam forum yang mempertemukan jejaring kota dan kabupaten kreatif dari berbagai wilayah Indonesia itu, delegasi Kalimantan Selatan menyoroti persoalan pemadaman listrik, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), krisis air, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Persoalan tersebut menjadi pijakan untuk mendorong komunitas agar berperan lebih aktif dalam membangun ketahanan masyarakat.
Narwanto, yang juga menjabat Ketua Harian Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru, menilai bahwa pengembangan kota kreatif perlu bergerak melampaui penyelenggaraan festival dan kegiatan seremonial. Menurutnya, kreativitas masyarakat juga dapat menjadi sumber solusi untuk menjawab kebutuhan dasar dan tantangan lingkungan.

“Festival bisa berlangsung sehari, tetapi ketangguhan kota harus bekerja setiap hari. Ketika kebutuhan dasar belum aman, komunitas perlu menjadi simpul ketangguhan agar ruang kreatif tetap berfungsi meskipun pasokan listrik dan air terganggu atau BBM langka,” ujar Narwanto.
Gagasan tersebut dituangkan dalam usulan pengembangan Creative Resilience Hub, yakni ruang kreatif yang dirancang menjadi pusat aktivitas komunitas sekaligus simpul informasi dan kesiapsiagaan warga. Ruang ini diharapkan tetap dapat memberikan layanan dasar tertentu ketika jaringan utama mengalami gangguan, sesuai kebutuhan dan kemampuan pengelolaannya.

Ruang kreatif untuk kesiapsiagaan masyarakat

Dalam materi yang disampaikan, terdapat tiga fungsi utama yang ditawarkan untuk memperkuat peran ruang publik. Pertama, deteksi dini melalui pemantauan titik rawan karhutla, pelaporan cepat, dan komunikasi antarwarga. Kedua, penguatan ketahanan air melalui pemetaan sumber air, pemantauan kondisi lingkungan, dan edukasi penggunaan air secara bijak. Ketiga, kesiapsiagaan bersama melalui prosedur operasional, jejaring relawan, latihan berkala, serta koordinasi dengan petugas terkait.

Selain itu, ruang kreatif mandiri dapat dikembangkan melalui pemanfaatan energi terbarukan, seperti panel surya sesuai potensi lokasi, sistem penyimpanan energi, dan pengelolaan beban listrik. Infrastruktur tersebut dapat mendukung penerangan, pengisian daya perangkat, konektivitas, dan tempat kerja sementara ketika terjadi gangguan pasokan listrik.

Untuk merealisasikannya, delegasi Kalimantan Selatan mengusulkan proyek percontohan yang dimulai dari pemilihan ruang publik di wilayah rentan, audit kebutuhan energi dan air, pemetaan risiko ekologis, pembangunan sarana, pelatihan pengelola, hingga evaluasi dampak.
Pembiayaan dan keberlanjutan program diharapkan melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), akademisi, komunitas, serta penyedia layanan dasar. Dengan demikian, ruang kreatif tidak hanya dibangun, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan, pemeliharaan, dan pengukuran manfaat yang jelas.

Gagasan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kemandirian komunitas bukan berarti mengambil alih tanggung jawab pemerintah, melainkan memperkuat kapasitas warga agar dapat berkolaborasi dan memberikan respons awal ketika menghadapi persoalan di lingkungannya.
Sejalan dengan penguatan jejaring kreatif nasional

Indonesia Creative Connect 2026 mengusung semangat From Global Vision to Local Action. Menurut publikasi resmi ICCN, kegiatan pada 24–25 Oktober tersebut menjadi ruang untuk memperkuat jejaring, memperluas kolaborasi, serta mendorong inisiatif konkret bagi pengembangan ekosistem ekonomi kreatif. Rangkaian kegiatan juga mencakup konsolidasi organisasi melalui Rakornas dan agenda penguatan kelembagaan.

Ketua Umum ICCN, TB Fiki C. Satari, dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya memperkuat kelembagaan dan jejaring kreatif agar berbagai gagasan daerah dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata. Fiki menyampaikan, “Setelah selesai dari dua hari ini, teman-teman jejaring korda bisa kembali ke rumahnya masing-masing, daerahnya masing-masing, sudah membawa banyak sekali inspirasi, khususnya semangat dan juga konektivitas baru agar bisa memberikan kontribusi yang konkret untuk pembangunan ekonomi kreatif di kabupaten/kotanya masing-masing.”

Pesan tersebut sejalan dengan upaya delegasi Kalimantan Selatan untuk membawa persoalan lokal ke ruang dialog nasional. Pengalaman komunitas di daerah dinilai dapat menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi bagi wilayah lain, terutama dalam membangun ruang kreatif yang menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Dalam forum tersebut, Mr. Nicholas Buchoud selaku Dewan Pengarah ICCN juga menyoroti pentingnya mengembangkan jaringan yang berkelanjutan, mengonsolidasikan gagasan melalui konsultasi rutin dan komisi resmi, serta menyusun laporan strategis agar informasi dan rekomendasi dapat menjangkau jaringan internasional. Perspektif ini memperkuat relevansi usulan Kalimantan Selatan agar gagasan kemandirian komunitas tidak berhenti sebagai presentasi, tetapi ditindaklanjuti melalui agenda dan kolaborasi yang terukur.

Potensi lokal sebagai sumber nilai tambah

Dukungan terhadap penguatan ekosistem kreatif daerah juga disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang hadir dalam Indonesia Creative Connect 2026. Kementerian Ekonomi Kreatif menyebutkan bahwa kolaborasi dengan ICCN diarahkan untuk mengembangkan potensi lokal, memperkuat pelaku kreatif, serta membuka jalan bagi produk dan jenama daerah menuju pasar nasional dan global.

Dalam siaran pers resmi pada 25 Oktober 2026, Teuku Riefky mengatakan, “Ada beberapa kolaborasi yang ingin kita lanjutkan bersama ICCN. Pertama, implementasi Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif Nasional atau Rindekraf yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto. Kedua, melalui semangat Creative by Indonesia, kita bersama-sama mencari pahlawan lokal dan jenama lokal untuk didorong ke tingkat nasional, kemudian dikurasi agar dapat menembus pasar global.”

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan H. Giring Ganesha Djumaryo, S.I.Kom., menyoroti kekayaan budaya Nusantara sebagai sumber kreativitas dan bahan baku utama ekonomi kreatif. Ia memaparkan contoh hilirisasi budaya melalui pengembangan produk, karya, dan ekspresi lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas, disertai penguatan pencatatan warisan budaya serta ekosistem musik nasional.
Perspektif kebudayaan tersebut berkaitan dengan gagasan kemandirian komunitas karena kekuatan ekonomi kreatif daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada pengetahuan lokal, tradisi, keterampilan, dan kemampuan masyarakat mengelola potensinya secara berkelanjutan.

Dari Kalimantan Selatan untuk aksi nyata

Bagi delegasi Komite Ekonomi Kreatif kota Banjarbaru, partisipasi dalam ICC dan Rakornas ICCN 2026 menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring sekaligus mendorong agar kebutuhan masyarakat daerah memperoleh tempat dalam agenda pengembangan kota kreatif nasional.

Melalui usulan Creative Resilience Hub, delegasi Kalimantan Selatan menawarkan langkah yang dapat dimulai secara bertahap, dari satu ruang publik, satu komunitas, dan satu kebutuhan dasar yang paling mendesak. Keberhasilan proyek percontohan nantinya dapat diukur melalui keberlangsungan layanan, jumlah warga yang terbantu, kesiapsiagaan masyarakat, dan kemampuan komunitas merawat fasilitas secara berkelanjutan.

Gagasan tersebut menempatkan komunitas sebagai salah satu kekuatan penting dalam membangun kota kreatif yang inklusif, lestari, dan tangguh. Bagi Kalimantan Selatan, kreativitas bukan semata-mata tentang menghasilkan karya dan menyelenggarakan kegiatan, melainkan juga tentang kemampuan masyarakat berkolaborasi untuk menjaga ruang hidupnya dan menghadapi tantangan bersama.

3

Top 5 Paling Banyak Dilihat

Sepanjang waktu

  1. Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemko Gelar Puncak HPS dengan Kegiatan Kios Pangan Murah 1 Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemko Gelar Puncak HPS dengan Kegiatan Kios Pangan Murah 13 dilihat
  2. Persoalan Genangan Jalan A Yani KM 33,5 Saat Hujan, Wali Kota Surati BPJN 2 Persoalan Genangan Jalan A Yani KM 33,5 Saat Hujan, Wali Kota Surati BPJN 3 dilihat
  3. Delegasi Banjarbaru Bawa Isu Kemandirian Komunitas ke Rakornas ICCN 2026 3 Delegasi Banjarbaru Bawa Isu Kemandirian Komunitas ke Rakornas ICCN 2026 3 dilihat
  4. FASI ke XIII Tingkat Kota Banjarbaru Digelar, Wujudkan Generasi Muda Qurani yang Cerdas dan Berkarakter Menuju Banjarbaru Emas 4 FASI ke XIII Tingkat Kota Banjarbaru Digelar, Wujudkan Generasi Muda Qurani yang Cerdas dan Berkarakter Menuju Banjarbaru Emas 2 dilihat
  5. Upaya Cegah Ganguan Ketertiban UMUM, Satpol PP Sisir Penginapan dan Hotel 5 Upaya Cegah Ganguan Ketertiban UMUM, Satpol PP Sisir Penginapan dan Hotel 2 dilihat

Berita lainnya

Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemko Gelar Puncak HPS dengan Kegiatan Kios Pangan Murah Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemko Gelar Puncak HPS dengan Kegiatan Kios Pangan Murah 5 jam lalu Persoalan Genangan Jalan A Yani KM 33,5 Saat Hujan, Wali Kota Surati BPJN Persoalan Genangan Jalan A Yani KM 33,5 Saat Hujan, Wali Kota Surati BPJN 18 jam lalu Manfaatkan Sampah Organik, Kelurahan Guntung Paikat Panen Pupuk Kompos Manfaatkan Sampah Organik, Kelurahan Guntung Paikat Panen Pupuk Kompos 2 hari lalu FASI ke XIII Tingkat Kota Banjarbaru Digelar, Wujudkan Generasi Muda Qurani yang Cerdas dan Berkarakter Menuju Banjarbaru Emas FASI ke XIII Tingkat Kota Banjarbaru Digelar, Wujudkan Generasi Muda Qurani yang Cerdas dan Berkarakter Menuju Banjarbaru Emas 2 hari lalu Upaya Cegah Ganguan Ketertiban UMUM, Satpol PP Sisir Penginapan dan Hotel Upaya Cegah Ganguan Ketertiban UMUM, Satpol PP Sisir Penginapan dan Hotel 4 hari lalu