BPBD Banjarbaru Data 949 KK Terdampak Banjir, Distribusi Bantuan Mengacu Pendataan Lapangan

waktu baca 3 menit
Kamis, 8 Jan 2026 11:38 314 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat 949 kepala keluarga (KK) atau 2.842 jiwa terdampak banjir dan saat ini mengungsi di sejumlah lokasi pengungsian yang tersebar di wilayah Kota Banjarbaru. Data tersebut merupakan hasil pendataan langsung petugas BPBD bersama unsur kelurahan dan kecamatan di lapangan.

Kepala BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahrani, mengatakan bahwa pendataan dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan untuk memastikan akurasi data pengungsi, mengingat kondisi banjir yang dinamis serta potensi perpindahan warga dari satu lokasi ke lokasi lain.

“Pendataan ini kami lakukan secara langsung di lapangan dan terus kami perbarui. Data inilah yang menjadi rujukan utama dalam penyaluran bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ujar Zaini, Kamis (8/1/2026).

Zaini menjelaskan, bantuan logistik dari Kementerian Sosial RI akan didistribusikan berdasarkan data resmi yang telah disampaikan BPBD Banjarbaru kepada pemerintah pusat. Dalam pelaksanaannya, proses distribusi dilakukan mengikuti arahan dan kebijakan Wali Kota Banjarbaru, agar bantuan dapat tersalurkan secara adil, merata, dan tepat sasaran kepada warga terdampak.

Menurut dia, BPBD Banjarbaru tidak ingin terjadi penumpukan bantuan di satu lokasi, sementara lokasi lain justru mengalami kekurangan. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam fase tanggap darurat ini.

Meski secara umum distribusi bantuan berjalan lancar, Zaini mengakui masih terdapat sejumlah aspek teknis yang perlu diselaraskan, terutama menyangkut mekanisme distribusi antarlembaga serta pencocokan data penerima bantuan. Untuk itu, BPBD akan menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait, termasuk dinas teknis, aparat keamanan, serta relawan.

“Masih ada hal-hal teknis yang perlu kita samakan bersama. Tujuannya agar distribusi bantuan lebih tertib, tidak tumpang tindih, dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil para pengungsi,” kata Zaini.

Terkait bantuan dari Kementerian Sosial, BPBD Banjarbaru telah menerima sejumlah logistik buffer stock, seperti kebutuhan pangan dan perlengkapan dasar, serta tenda lipat berukuran kecil. Bantuan tersebut akan disimpan sebagai stok siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan atau meningkatnya jumlah pengungsi.

Zaini menambahkan, hingga saat ini kebutuhan dasar para pengungsi relatif terpenuhi, meliputi makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta perlengkapan dasar lainnya. Dukungan datang tidak hanya dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat, organisasi sosial, dan relawan kemanusiaan.

Selain itu, Wali Kota Banjarbaru juga menyalurkan bantuan secara langsung ke sejumlah titik rawan bencana yang sebelumnya telah dipetakan dan dipersiapkan oleh pemerintah daerah.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kehadiran pemerintah di tengah warga terdampak, sekaligus mempercepat respons penanganan di lapangan.

BPBD Banjarbaru terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti arahan petugas di lapangan, sembari memastikan bahwa seluruh proses penanganan bencana dilakukan secara terkoordinasi dan berbasis data yang akurat.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA