TP PKK Banjarbaru Utara Salurkan Bantuan, Puskesmas Cek Kesehatan Korban Kebakaran Mentaos

waktu baca 4 menit
Minggu, 20 Sep 2026 01:33 186 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Bantuan dan perhatian datang kepada warga yang kehilangan rumah akibat kebakaran di Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara. Tiga hari setelah musibah, Ketua TP PKK Kecamatan Banjarbaru Utara Melba Hutabarat Taufik Purwanto bersama jajaran TP PKK Kecamatan dan Kelurahan Mentaos turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan sekaligus memberikan dukungan moral kepada para korban, Sabtu (19/9/2026).

Bantuan berupa uang tersebut dihimpun dari sumbangan para pengurus TP PKK se-Kecamatan Banjarbaru Utara. Seusai Rakor TP PKK tingkat Kota Banjarbaru, rombongan mendatangi lokasi kebakaran di Jalan Gotong Royong Ujung, Gang Al Yasir, RT 04/RW 06, Kelurahan Mentaos, sekitar pukul 14.00 WITA.

Dalam kunjungan tersebut, Melba Hutabarat Taufik Purwanto bersama jajaran pengurus TP PKK Kecamatan Banjarbaru Utara dan Ketua TP PKK Kelurahan Mentaos Zahra Ciptadi melihat langsung kondisi rumah warga yang terdampak kebakaran pada Rabu (16/9/2026).

“Tadi kami gabungan dari Ketua TP PKK Kecamatan dan TP PKK Kelurahan se-Kecamatan Banjarbaru Utara beserta pengurus melakukan tinjauan langsung ke lokasi korban terdampak kebakaran yang berada di Kelurahan Mentaos,” ujar Melba.

Kondisi di lokasi membuat rombongan prihatin. Dua rumah warga terbakar habis hingga hampir tidak menyisakan barang milik penghuni. Bahkan, dua sepeda motor ikut hangus dalam peristiwa tersebut.

“Sampai sana lihatnya memprihatinkan, ya, karena memang rumahnya habis terbakar. Sampai ada kami lihat dua buah bangkai sepeda motor yang juga ikut hangus terbakar,” katanya.

Melba mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong para pengurus TP PKK se-Kecamatan Banjarbaru Utara. Kedatangan mereka tidak hanya untuk menyerahkan bantuan materi, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada warga yang tengah menghadapi masa sulit.

“Kami memberikan sedikit bantuan berupa uang hasil sumbangan seluruh pengurus PKK se-Kecamatan Banjarbaru Utara kepada mereka dan memberikan dukungan moril,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban warga yang kehilangan rumah dan harta benda.

“Semoga dengan kedatangan kami tadi bisa sedikit meringankan beban mereka,” kata Melba.

Ia juga mengajak seluruh pihak mendoakan para korban agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah.

“Kita doakan bersama semoga para korban senantiasa diberikan kesehatan, keikhlasan serta kekuatan menerima musibah ini dan segera diberi ganti rezeki yang lebih baik dan lebih banyak,” ujarnya.

Kebakaran tersebut terjadi pada Rabu (16/9/2026). Api diperkirakan mulai berkobar sekitar pukul 09.15 WITA. Berdasarkan data warga terdampak, terdapat empat bangunan yang mengalami kerusakan. Dua rumah terbakar habis, sedangkan dua rumah lainnya terbakar sebagian, terutama pada bagian dapur.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dua rumah yang terbakar habis masing-masing milik Selamat Riyadi (48), buruh harian lepas, dan Madi (50), buruh harian lepas. Sementara dua rumah yang terbakar sebagian merupakan milik Soedarsono (64), buruh harian lepas, dan H. Sapriansyah (57), aparatur sipil negara.

Melba mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima di lapangan, terdapat lima kepala keluarga yang terdampak. Namun, dua keluarga mengalami kondisi paling parah karena rumah mereka terbakar habis dan tidak menyisakan barang.

“Yang paling parah, yang benar-benar habis sampai tidak ada satu pun barang tersisa, ada dua KK, yaitu keluarga Pak Slamet Riady dan Pak Mahdi,” katanya.

Perhatian kepada korban tidak berhenti pada bantuan material. Puskesmas Banjarbaru Utara juga melakukan pemeriksaan kesehatan melalui tim homecare untuk memastikan kondisi warga terdampak tetap terpantau.

Kepala Puskesmas Banjarbaru Utara, dr. Norhasanah, ketika dihubungi pada Sabtu (19/9/2026), mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kesehatan rutin bulanan.

“Ini tim homecare Puskesmas kami, pemeriksaan kesehatan rutin bulanan, yang kebetulan beliau ini, Pak Sudarsono, juga salah satu korban kebakaran rumah, sebagian belakang rumah, yang terjadi kemarin di daerah Gotong Royong,” kata Norhasanah.

Rumah Soedarsono yang masih dapat digunakan kemudian menjadi tempat penampungan bagi dua keluarga lain yang rumahnya terbakar habis.

Saat kebakaran terjadi, Soedarsono sempat mengalami serangan stroke dan langsung dibawa ke rumah sakit.

“Pada saat kejadian Pak Sudarsono sempat kena serangan stroke dan langsung dibawa ke RS. Alhamdulillah, gejala mulut beliau yang miring sudah tidak ada lagi, jadi kami lanjutkan dengan kunjungan homecare,” ujar Norhasanah.

Dalam kunjungan tersebut, tim Puskesmas Banjarbaru Utara memeriksa empat orang. Satu orang mengalami kondisi pascastroke dan hipertensi, satu orang mengeluhkan radang tenggorokan dan sulit menelan, satu orang mengalami gangguan lambung dan tidak nafsu makan, sedangkan satu orang lainnya mengalami nyeri pinggang hingga kaki sehingga kesulitan berjalan.

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan untuk memastikan warga terdampak tetap memperoleh pelayanan kesehatan setelah mengalami musibah.

Sementara itu, Madi, salah satu warga yang rumahnya terbakar habis, menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan berbagai pihak.

“Berterima kasih atas bantuan dan perhatian dari semua pihak. Semoga Allah akan membalas segala kebaikan yang telah disampaikan,” ujar Madi.

Musibah kebakaran itu kini menyisakan pekerjaan bagi para korban untuk kembali menata kehidupan. Di tengah rumah yang hangus dan harta benda yang hilang, bantuan TP PKK, dukungan moral, serta pelayanan kesehatan Puskesmas Banjarbaru Utara menjadi bagian dari kepedulian untuk membantu warga melewati masa pemulihan.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA