Banjarbaru Bidik ICCF 2027, Anggaran Jadi Kunci Menuju Kota Kreatif

waktu baca 4 menit
Minggu, 6 Sep 2026 02:16 18 Banjarbaru Emas

BANJARBARUEMAS.COM – Banjarbaru mulai mematangkan langkah menuju ambisi yang lebih besar: menjadi tuan rumah Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2027 sekaligus memperkuat fondasi sebagai kota kreatif.

Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Banjarbaru membawa agenda tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Jumat (4/9/2026). Pertemuan ini membahas program kerja KEK Kota Banjarbaru untuk 2026–2027, termasuk kebutuhan dukungan dan penganggaran untuk berbagai program pengembangan ekonomi kreatif.

RDP dihadiri jajaran Komisi II DPRD Kota Banjarbaru serta Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarbaru. Dari KEK Kota Banjarbaru hadir Ketua Harian Narwanto bersama Koordinator Bidang Riset, Edukasi dan Pengembangan Sumber Daya Kreatif, Suhari.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian serius adalah persiapan Banjarbaru menjadi tuan rumah ICCF 2027.

Jika terealisasi, Banjarbaru akan menjadi titik temu jejaring kota dan kabupaten kreatif dari berbagai daerah di Indonesia. Para pelaku ekonomi kreatif, komunitas, pemerintah daerah, akademisi hingga jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN) diproyeksikan berkumpul di Banjarbaru untuk berbagi gagasan, pengalaman, inovasi dan praktik pengembangan kota berbasis kreativitas.

Bagi Banjarbaru, agenda tersebut bukan sekadar penyelenggaraan sebuah festival.

Ini adalah momentum untuk memperkenalkan identitas kota sekaligus menguji kesiapan Banjarbaru mengelola ekonomi kreatif dengan pendekatan kota kreatif.

Berawal Arahan Wali Kota

Narwanto mengatakan, gagasan Banjarbaru menjadi tuan rumah ICCF 2027 berangkat dari arahan Wali Kota Banjarbaru saat menghadiri ICCF 2025 di Kota Malang.

“Sesuai arahan Ibu Wali Kota Banjarbaru, Banjarbaru untuk menjadi tuan rumah ICCF 2027 saat beliau hadir pada perhelatan ICCF 2025 di Kota Malang sebelumnya,” ujar Narwanto.

Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti secara langsung.

Dalam perhelatan ICCF 2025 di Malang, Narwanto yang juga menjalankan peran sebagai koordinator kota ICCN Banjarbaru mengikuti proses bidding calon tuan rumah ICCF 2027 di hadapan jejaring kota dan kabupaten yang hadir.

Kini, tantangannya bergeser dari sekadar menyatakan kesiapan menjadi memastikan Banjarbaru benar-benar siap menjadi tuan rumah.

Karena itu, pembahasan anggaran menjadi bagian penting.

Komisi II Minta Kesiapan Teknis Diperjelas

Dalam RDP, pihak legislatif mendorong agar KEK menyiapkan dokumen dan kebutuhan teknis penyelenggaraan secara lengkap.

Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Ir. H. Takyin Baskoro, meminta kesiapan teknis tersebut dilengkapi dengan dokumen resmi dari penyelenggara ICCN mengenai penunjukan Banjarbaru sebagai tuan rumah ICCF 2027.

Dokumen tersebut diperlukan sebagai dasar dalam pembahasan dan pengesahan dukungan anggaran.

“KEK agar menyiapkan teknis secara lengkap, termasuk surat resmi dari penyelenggara terkait penunjukan Kota Banjarbaru sebagai tuan rumah ICCF 2027. Itu diperlukan sebagai dasar dalam pembahasan anggaran,” demikian pokok arahan dalam RDP.

Hal ini menjadi penting mengingat pembahasan anggaran memiliki tahapan dan mekanisme yang harus dipenuhi. Apalagi, ICCF 2027 membutuhkan persiapan lintas sektor yang tidak sederhana, mulai dari kurasi program, venue, akomodasi, mobilitas peserta, promosi kota, keterlibatan komunitas, hingga kesiapan ekosistem ekonomi kreatif lokal.

Bukan Sekadar Festival

KEK Kota Banjarbaru memandang ICCF 2027 sebagai bagian dari agenda yang lebih besar.

Festival tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menghubungkan berbagai potensi yang selama ini berkembang di Banjarbaru—mulai dari komunitas, UMKM, seni budaya, kuliner, kriya, desain, pariwisata, pendidikan, ruang publik hingga berbagai potensi lokal lainnya ke dalam sebuah ekosistem kreatif kota.

Pendekatan ini sejalan dengan upaya Banjarbaru membangun identitas kota melalui kreativitas.

Dengan demikian, ICCF 2027 tidak berhenti pada kemeriahan acara selama beberapa hari. Event tersebut diharapkan menjadi pemicu lahirnya kolaborasi, penguatan komunitas, pengembangan talenta dan terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Bagi Banjarbaru, menjadi tuan rumah ICCF juga dapat menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa kota ini tidak hanya memiliki potensi ekonomi, tetapi juga memiliki cerita, kreativitas dan identitas yang layak diperkenalkan ke jejaring kota kreatif Indonesia.

Komisi II sendiri memiliki lingkup tugas yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan, termasuk perekonomian, perdagangan, perindustrian, koperasi, pariwisata, dunia usaha dan penanaman modal.

Karena itu, dukungan legislatif terhadap program ekonomi kreatif menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem yang tidak hanya berbasis kegiatan, tetapi juga menghasilkan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Dari ICCF Menuju Identitas Kota

Persiapan ICCF 2027 pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana Banjarbaru menjadi tuan rumah yang sukses.

Lebih jauh, event ini dapat menjadi titik awal perubahan cara pandang dalam membangun kota—dari pembangunan yang hanya berorientasi pada infrastruktur menuju pembangunan yang juga mengembangkan manusia, kreativitas, budaya dan identitas lokal.

Jika dipersiapkan secara matang, ICCF 2027 dapat menjadi momentum untuk mempertemukan pemerintah, DPRD, komunitas kreatif, pelaku usaha, akademisi dan masyarakat dalam satu visi: menjadikan kreativitas sebagai salah satu kekuatan pembangunan Banjarbaru.

Dan dari sanalah perjalanan Banjarbaru menuju Kota Kreatif dapat benar-benar dimulai.

Bukan sekadar dengan sebuah festival, tetapi dengan ekosistem yang terus hidup setelah festival selesai. (be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA