Pemko Banjarbaru dan PIK POTADS Kalsel Teken MoU, Buka Ruang Tumbuh bagi Anak Down Syndrome

waktu baca 4 menit
Selasa, 1 Sep 2026 08:39 241 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Perhatian Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap anak dengan down syndrome diwujudkan melalui kerja sama konkret dengan Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (PIK POTADS) Kalimantan Selatan. Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Pemko Banjarbaru memberikan dukungan pemanfaatan gedung milik pemerintah daerah sebagai sekretariat PIK POTADS Kalsel.

MoU pinjam pakai gedung untuk sekretariat tersebut ditandatangani Kepala Dinas Sosial Kota Banjarbaru Rokhyat Riyadi yang mewakili Pemerintah Kota Banjarbaru bersama Ketua PIK POTADS Kalsel Sigit Bayu Adhi di Kantor Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Rabu (26/8/2026).

Penyediaan sekretariat menjadi langkah penting untuk memberikan ruang yang lebih representatif bagi PIK POTADS dalam menjalankan kegiatan. Tempat tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas komunitas, termasuk ruang bagi anak-anak dengan down syndrome dan orang tua untuk berlatih, berinteraksi, serta mengembangkan kemampuan dan potensi.

Ketua PIK POTADS Kalsel Sigit Bayu Adhi mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Banjarbaru, khususnya Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby, terhadap anak-anak dengan down syndrome dan keluarga mereka.

Menurut Sigit, perhatian tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan sekretariat. Pemko Banjarbaru juga memberikan dukungan berupa pengadaan seragam baju adat bagi anak-anak dengan down syndrome.

Dukungan tersebut dinilai membantu meringankan beban orang tua. Anak-anak dapat tampil dalam berbagai kegiatan dengan mengenakan pakaian adat tanpa keluarga harus kembali mengeluarkan biaya untuk menyewa pakaian.

“Alhamdulillah kemarin Pemko Banjarbaru memberikan kesempatan kepada kami untuk berkolaborasi. Kami diberikan tempat untuk sekretariat di Korwil Banjarbaru. Hal ini mempermudah kami yang ada khususnya di Banjarbaru untuk lebih berkembang lagi kemampuan dan potensinya,” ujar Sigit.

Ia menilai perhatian yang diberikan Wali Kota dan Pemko Banjarbaru menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan anak dengan down syndrome sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk tampil, berinteraksi, dan mengembangkan kemampuan.

Menurut Sigit, lingkungan yang terbuka dan inklusif penting untuk membangun kepercayaan diri anak.

“Dukungan lingkungan yang terbuka dapat membantu anak lebih percaya diri dalam mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Dengan adanya tempat tersebut kita berharap menjadi wadah bagi anak mencoba sesuai potensinya masing-masing,” ucapnya.

Komitmen Wali Kota

Apresiasi tersebut sejalan dengan komitmen Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby untuk memastikan anak dengan down syndrome memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang.

Komitmen itu disampaikan Lisa saat bersilaturahmi dengan keluarga besar orang tua yang tergabung dalam PIK POTADS Kalsel di Aula Gawi Sabarataan, Minggu (26/4/2026).

Saat itu, Lisa menegaskan bahwa setiap anak, termasuk anak dengan down syndrome, memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih kebahagiaan.

“Setiap anak, termasuk anak dengan down syndrome, memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih kebahagiaan,” ujar Lisa.

Lisa juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang tergabung dalam PIK POTADS Kalsel. Menurutnya, komunitas tersebut memiliki peran penting sebagai wadah sekaligus sumber kekuatan, harapan, dan inspirasi bagi keluarga yang memiliki anak dengan down syndrome.

Pemerintah Kota Banjarbaru pun berkomitmen terus mendukung berbagai upaya yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak melalui kebijakan dan program yang inklusif.

Penandatanganan MoU pada 26 Agustus 2026 menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut. Melalui dukungan pemanfaatan gedung sebagai sekretariat, PIK POTADS memiliki ruang yang dapat digunakan secara berkelanjutan untuk kegiatan komunitas dan pengembangan kemampuan anak.

Pendidikan Inklusif Diperkuat

Perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus juga diperkuat melalui sektor pendidikan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Pemerintah Kota Banjarbaru menyiapkan rekrutmen 43 Guru Pendamping Khusus (GPK).

Data Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) mencatat terdapat 629 ABK yang tersebar di 43 satuan pendidikan. Sementara jumlah GPK yang tersedia baru 77 orang, dari kebutuhan ideal sebanyak 120 tenaga pendamping.

Penambahan 43 GPK diharapkan memperkuat pendampingan bagi ABK sekaligus mendukung pelaksanaan pendidikan inklusif di satuan pendidikan.

Bagi anak dengan down syndrome, dukungan di sekolah dan komunitas menjadi dua ruang yang saling melengkapi. Sekolah memberikan kesempatan untuk belajar, sementara komunitas menyediakan ruang untuk berinteraksi, berlatih, dan mengembangkan keterampilan.

Sigit berharap perhatian dan kolaborasi Pemerintah Kota Banjarbaru dapat terus berlanjut dan dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dengan down syndrome dan keluarga.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Banjarbaru. Harapan kami, kolaborasi ini terus berlanjut sehingga anak-anak dengan down syndrome semakin memiliki ruang untuk berkembang, percaya diri, dan menunjukkan potensi yang mereka miliki,” pungkas Sigit.(be)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA