BANJARBARUEMAS.COM – Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menghadiri pengukuhan dan pelantikan Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kota Banjarbaru, Rabu (10/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Sugondo resmi dilantik sebagai Ketua YJI Cabang Kota Banjarbaru. Wali Kota memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang bersedia mengabdikan diri untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan penyakit jantung.
Menurut Wali Kota, sektor kesehatan merupakan salah satu pilar utama pembangunan daerah. Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, perubahan pola hidup masyarakat turut memunculkan berbagai risiko penyakit tidak menular, termasuk penyakit jantung yang kini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Karena itu, Wali Kota mendorong agar program-program YJI dapat bersinergi secara lebih luas dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang selama ini terus digalakkan pemerintah. Edukasi pola hidup sehat, aktivitas fisik yang teratur, konsumsi makanan bergizi, serta pemeriksaan kesehatan berkala dinilai menjadi langkah penting untuk menekan angka penyakit jantung di masyarakat.
Usai dilantik, Ketua YJI Banjarbaru Sugondo langsung menyiapkan sejumlah program prioritas yang berfokus pada edukasi, promosi kesehatan, serta pencegahan penyakit jantung sejak dini.
Ditemui di ruang kerjanya di RSD Idaman Banjarbaru, Senin (15/6/2026), Sugondo mengungkapkan bahwa tantangan kesehatan jantung saat ini semakin kompleks. Penyakit jantung tidak lagi identik dengan kelompok lanjut usia, tetapi mulai banyak ditemukan pada usia produktif.
“Saat ini tidak ada lagi kelompok usia yang benar-benar aman dari penyakit jantung. Berdasarkan data yang kami terima, pada tahun 2025 terdapat lebih dari 3.000 penderita gangguan jantung di Banjarbaru dengan rentang usia yang sangat beragam. Bahkan pasien termuda yang tercatat berusia 21 tahun. Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa penyakit jantung kini mulai menyerang usia yang lebih muda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meningkatnya kasus penyakit jantung tidak terlepas dari perubahan gaya hidup masyarakat. Faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, kebiasaan merokok, hingga stres menjadi pemicu utama yang harus mendapat perhatian serius.
Untuk menjawab tantangan tersebut, YJI Banjarbaru akan memperkuat berbagai program edukasi dan kampanye kesehatan jantung kepada masyarakat.
“Program prioritas kami adalah meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan jantung melalui kampanye hidup sehat, deteksi dini faktor risiko penyakit jantung, serta penguatan komunitas jantung sehat di berbagai lapisan masyarakat. Sebagian besar penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat memahami faktor risikonya dan menerapkan pola hidup sehat sejak dini,” katanya.
Menurut Sugondo, strategi yang akan dilakukan antara lain memperluas edukasi melalui sekolah, perkantoran, komunitas masyarakat, fasilitas kesehatan, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi kesehatan yang lebih efektif.
Selain itu, kegiatan Senam Jantung Sehat yang selama ini rutin dilaksanakan di Lapangan Dr. Murdjani akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
YJI juga akan mengoptimalkan berbagai program nasional yang selama ini menjadi unggulan organisasi, seperti Panca Usaha Jantung Sehat (SEHAT), Heart At School, Heart At Work, skrining penyakit jantung rematik, hingga program bantuan bagi pasien jantung dari keluarga kurang mampu.
Perhatian khusus juga akan diberikan kepada kelompok usia produktif, anak-anak, dan remaja. Menurut Sugondo, faktor risiko penyakit jantung kini mulai muncul pada usia yang semakin muda sehingga edukasi harus dilakukan sejak dini.
“Kami akan memperkuat program edukasi kesehatan jantung di sekolah-sekolah, mendorong aktivitas fisik yang rutin, mengampanyekan konsumsi makanan bergizi seimbang, serta mengedukasi keluarga agar menjadi lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat. Investasi kesehatan sejak usia dini akan memberikan dampak besar dalam menurunkan angka penyakit jantung di masa depan,” jelasnya.
Selain menjalankan fungsi promotif dan preventif, YJI Banjarbaru juga berkomitmen membantu pasien penyakit jantung dari keluarga prasejahtera yang membutuhkan dukungan dalam proses pengobatan maupun pendampingan.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, organisasi sosial, serta dunia usaha, YJI berharap dapat memperluas jangkauan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin YJI Banjarbaru hadir tidak hanya sebagai organisasi kesehatan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam membangun kesadaran hidup sehat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mulai peduli terhadap kesehatan jantungnya masing-masing, karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Mari bersama-sama menjaga kesehatan jantung demi mewujudkan Banjarbaru yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera,” tutup Sugondo.(be)
187
Tidak ada komentar