Iklan — 728×90
Zona Iklan
Iklan — 728×90

RT Digital di Banjarbaru Makin Berkembang, Warga RT 02 RW 04 Mentaos Kini Bisa Bayar Iuran Lewat QRIS

10 Mei 2026
05:30 WIB
4 mnt baca
106 tayangan
Bagikan: Facebook X

BANJARBARUEMAS.COM — Transformasi digital di Kota Banjarbaru tidak hanya bergerak di tingkat pemerintah kota. Inovasi kini tumbuh hingga ke lingkungan rukun tetangga (RT), menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, praktis, dan transparan bagi warga.

Salah satu terobosan itu dilakukan RT 02 RW 04 Kelurahan Mentaos, Banjarbaru. Ketua RT setempat, Abdul Karim, Minggu (10/5/2026), menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan pelayanan berbasis digital untuk memudahkan kebutuhan administrasi warga sehari-hari.

Langkah terbaru yang dilakukan ialah menghadirkan sistem pembayaran iuran warga menggunakan QRIS. Program ini menjadi bagian dari pengembangan “RT Digital” yang sebelumnya telah lebih dulu menjalankan aplikasi pengelolaan data dan manajemen RT berbasis daring melalui ertepalapabanjarbaru.org.

“Minggu lalu kami menerima plakat QRIS dari Bank Syariah Indonesia Cabang Banjarbaru. Ini menjadi pelengkap program digitalisasi yang kami bangun di lingkungan RT,” ujar Abdul Karim.

Ia menjelaskan, sebelum penggunaan QRIS, pembayaran iuran warga masih dilakukan secara manual dengan metode penagihan dari rumah ke rumah. Cara tersebut dinilai kurang efektif karena tingkat pembayaran warga relatif rendah.

Namun setelah sistem pembayaran digital diterapkan, tingkat kepatuhan pembayaran iuran meningkat cukup signifikan karena warga dapat melakukan transaksi dengan lebih mudah dan fleksibel.

“Dengan QRIS, warga tidak perlu lagi menunggu petugas datang. Tinggal scan dan pembayaran langsung tercatat. Dampaknya sangat terasa terhadap penurunan tunggakan iuran,” katanya.

Tidak hanya soal pembayaran, RT 02 RW 04 Mentaos sebelumnya juga telah menerapkan layanan administrasi surat pengantar berbasis digital. Warga yang membutuhkan surat pengantar ke kelurahan tidak lagi diwajibkan datang langsung ke rumah Ketua RT.

Cukup melalui pesan WhatsApp dengan menyebutkan keperluan administrasi, surat pengantar dapat segera diterbitkan dan dikirim secara digital ke kelurahan tanpa harus dicetak.

“Warga cukup kirim WA beserta jenis keperluannya. Dalam waktu singkat surat sudah selesai dan langsung terkirim ke kelurahan. Jadi lebih hemat waktu dan hemat kertas,” ujarnya.

Untuk mendukung pelayanan tersebut, administrasi surat menyurat di lingkungan RT juga telah dilengkapi dengan tanda tangan digital atau digital signature sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien.

Sementara itu, persyaratan administrasi yang diperlukan warga dapat diakses melalui aplikasi digital Kelurahan Mentaos, yakni MentaosPidea. Barcode akses aplikasi bahkan dipasang di pagar rumah Ketua RT agar mudah diakses warga, selain juga dibagikan melalui grup WhatsApp lingkungan.

Dalam pengelolaan data kependudukan, RT 02 RW 04 juga mulai menerapkan sistem database digital. Data dasar warga, termasuk dokumen KK dan KTP elektronik, telah dialihkan ke bentuk softcopy dan diinput ke dalam aplikasi khusus RT.

Berbagai aktivitas warga seperti gotong royong, buku tamu, hingga laporan keuangan lingkungan turut tercatat dalam sistem tersebut.

Menurut Abdul Karim, proses menghadirkan QRIS untuk RT bukan tanpa tantangan. Saat awal mengajukan permohonan, pihak bank sempat menolak karena belum tersedia kategori khusus RT dalam sistem layanan QRIS.

“Petugas bank menyampaikan selama ini QRIS digunakan untuk kegiatan usaha atau bisnis. Untuk RT belum ada kategorinya,” ujarnya.

Namun ia tidak menyerah dan terus mencari alternatif hingga akhirnya memperoleh dukungan dari Bank Syariah Indonesia Cabang Banjarbaru yang bersedia memfasilitasi penggunaan QRIS untuk lingkungan RT.

Selain pembayaran iuran bulanan, sistem QRIS tersebut nantinya juga direncanakan dapat digunakan untuk pembayaran kegiatan sosial lainnya seperti iuran kurban, donasi warga, hingga arisan lingkungan.

“Kalau warga menyepakati, sangat mudah dikembangkan untuk kebutuhan lainnya. Dengan QRIS ini kami juga ingin menunjukkan akuntabilitas pengelolaan keuangan RT. Walaupun nominalnya kecil, tetap harus dipertanggungjawabkan secara baik dan benar,” katanya.

Abdul Karim menambahkan, aplikasi RT digital yang saat ini dikembangkan bersifat tertutup dan hanya dapat diakses warga yang memiliki hak akses. Pembuatan akun warga disebut hampir selesai dan dalam waktu dekat akan diumumkan secara resmi.

Ia mengakui, perubahan tata kelola menuju sistem digital membutuhkan proses adaptasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Kami harus sabar mengedukasi warga karena tidak semua langsung siap berubah. Tapi ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berkembang,” ujarnya.

Ke depan, RT 02 RW 04 Mentaos juga berencana mengembangkan integrasi CCTV lingkungan hingga sistem pengingat otomatis bagi warga terkait jatuh tempo pajak kendaraan, jadwal posyandu, maupun agenda gotong royong.

“Digitalisasi ini bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi bagaimana pelayanan di tingkat RT bisa semakin cepat, transparan, dan benar-benar memudahkan warga,” tutup Abdul Karim.(be)

Artikel ini bermanfaat? Bagikan: Facebook X

Banjarbaru Emas 2

Jurnalis — Meridian News
Iklan — 728×90
Zona Iklan
Iklan — 728×90

💬 Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.