Lurah Syamsudin Noor Perkuat Pelayanan dan Gerakan Bersih RW 05

waktu baca 3 menit
Sabtu, 11 Apr 2026 13:34 269 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Suasana hangat terasa di rumah Ketua RW 05, Mukhyar Masykur, Kelurahan Syamsudin Noor, Jumat (10/4/2026) malam. Seusai shalat Isya, para ketua RT berkumpul bersama Lurah Syamsudin Noor, tokoh lembaga kemasyarakatan, dan penggerak PKK untuk merumuskan langkah bersama menjadikan lingkungan lebih bersih, elok, dan sehat.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua RT 21 Erwin Sholihan, Ketua RT 22 Haderani Taufik, Ketua RT 23 M. Rosydi, Ketua RT 24 Samuri, dan Ketua RT 25 Eko Soemarsono. Turut mendampingi Ketua LPM dan jajaran PKK. Rapat berlangsung penuh keakraban, namun sarat agenda strategis.

Kehadiran Lurah Syamsudin Noor, Fitria Khairani, menjadi perhatian tersendiri. Ia dikenal aktif mendatangi kegiatan warga, menyimak langsung persoalan yang muncul di lapangan.

Langkah tersebut sejalan dengan pesan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, yang berulang kali menekankan pentingnya aparatur wilayah untuk lebih dekat dengan masyarakat.
Dalam berbagai kesempatan, wali kota mengingatkan bahwa kualitas pelayanan kota sangat ditentukan oleh sentuhan pertama di tingkat kelurahan.

“Lurah harus hadir di tengah masyarakat, mendengar, merespons, dan memastikan pelayanan berjalan cepat dan tepat. Kedekatan dengan warga adalah kunci membangun kepercayaan publik,” demikian pesan yang kerap disampaikan wali kota kepada jajaran lurah.

Pesan itu tercermin dalam forum RW 05. Fitria Khairani menyatakan bahwa pertemuan rutin bersama RT dan lembaga kemasyarakatan menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi sekaligus merumuskan solusi.

“Kelurahan adalah wajah terdepan pelayanan publik. Saya ingin memastikan setiap gerakan warga mendapat dukungan dan pendampingan. Apa yang direncanakan malam ini bukan hanya kerja bakti, tetapi bagian dari meningkatkan kualitas layanan dan membangun lingkungan yang lebih tertata,” ujarnya.

Pertemuan tersebut menyepakati pelaksanaan kerja bakti gabungan RW 05 pada 19 April mendatang. Kegiatan akan dimulai dari gerbang utama Komplek Citra Raya Angkasa hingga perempatan Bakso Bowo, dengan melibatkan seluruh warga dari masing-masing RT. Selain pembersihan lingkungan, warga juga berencana mempercantik akses masuk dari gerbang menuju kantor kelurahan.

Ketua Forum RT/RW sekaligus Ketua RW 05, Mukhyar Masykur, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai bagian dari gerakan kolektif.

“Kita ingin menjalankan semangat Gerakan Indonesia Asri. Kalau lingkungan kita bersih dan tertata, Banjarbaru akan terlihat semakin elok. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” katanya.

Isu pengelolaan sampah menjadi sorotan penting. Ketua LPM Supriyanto mengingatkan bahwa pertumbuhan UMKM di wilayah tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab pengelolaan sampah agar tidak mencemari lingkungan. Para ketua RT bahkan berinisiatif membangun penampungan sampah organik di wilayah masing-masing sebagai solusi konkret.

Selain itu, rapat juga menyoroti kondisi Jalan Angkasa, khususnya di sekitar tugu nanas dan gapura yang dinilai gelap pada malam hari dan berpotensi menjadi titik pembuangan sampah liar. Warga berharap adanya penambahan penerangan jalan umum (PJU), penataan pot bunga di kiri-kanan jalan, serta pengecatan ulang tugu dan gapura agar lebih representatif.

Ketua RT 21 Erwin Sholihan menegaskan, kolaborasi lintas RT menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Kami ingin kerja nyata dan berkelanjutan. Dengan dukungan lurah yang aktif turun langsung serta arahan wali kota untuk meningkatkan layanan, kami optimistis lingkungan RW 05 bisa menjadi contoh,” ujarnya.

Dari ruang pertemuan warga itu, pesan kepemimpinan berlapis terasa nyata: wali kota mendorong kedekatan, lurah menguatkan pelayanan, dan warga bergerak bersama. Di tingkat akar rumput itulah wajah Banjarbaru dibentuk, hari ini dan ke depan.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA