Iklan — 728×90
Zona Iklan
Iklan — 728×90

Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby Tegaskan Idulfitri 1447 H Tanpa Kemewahan, Perkuat Soliditas Sosial

20 Maret 2026
11:28 WIB
2 mnt baca
23 tayangan
Bagikan: Facebook X

BANJARBARUEMAS.COM — Pemerintah pusat mengimbau perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dilaksanakan secara sederhana dan tidak berlebihan. Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.6/3245/SJ tentang pelaksanaan halalbihalal dan open house pada Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-40/MS/HL 00/03/2026. Pemerintah meminta seluruh jajaran instansi, baik pusat maupun daerah, mengurangi kegiatan seremonial dan mengedepankan empati sosial, mengingat sejumlah daerah di Indonesia masih terdampak bencana alam serta adanya dinamika global yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menegaskan dukungannya terhadap kebijakan tersebut. Ia menyatakan, perayaan Idulfitri hendaknya tidak semata diisi agenda formal dan seremonial, melainkan diarahkan pada kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi warga.

“Mengalihkannya ke kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti berbagi kepada sesama, pemberian santunan, kegiatan sosial, dan kegiatan produktif lainnya,” ujar Hj. Erna Lisa di Banjarbaru, Kamis (19/3/2026).

Menurut dia, Idulfitri merupakan momentum memperkuat solidaritas sosial, terlebih dalam situasi ketika sebagian masyarakat masih menghadapi tekanan ekonomi dan dampak bencana. Pemerintah Kota Banjarbaru, kata dia, akan mendorong seluruh perangkat daerah untuk menyesuaikan pola kegiatan Lebaran dengan memperbanyak agenda sosial yang menyentuh masyarakat.

Langkah itu dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), Presiden mengingatkan para anggota kabinet agar tidak menggelar open house secara mewah. Kepala negara menekankan pentingnya keteladanan pejabat publik dalam menunjukkan kesederhanaan di tengah kondisi bangsa yang masih menghadapi bencana.

Meski demikian, Presiden tetap mendorong agar tradisi silaturahmi dijaga karena memiliki dampak sosial dan ekonomi. Aktivitas kunjungan dan pertemuan antarwarga saat Lebaran dinilai turut menggerakkan perekonomian rakyat, khususnya sektor usaha kecil dan menengah.

Di Banjarbaru, penyesuaian tersebut akan diterjemahkan dalam bentuk penguatan kegiatan berbagi dan pelayanan sosial. Pemerintah kota membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan komunitas, untuk memperluas jangkauan bantuan kepada kelompok rentan.

Wali Kota Lisa menambahkan, kesederhanaan bukan berarti mengurangi makna Idulfitri. Sebaliknya, perayaan yang lebih bersahaja justru diharapkan menghadirkan kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

“Semoga ibadah yang dijalankan membawa keberkahan serta memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” katanya.(be)

Artikel ini bermanfaat? Bagikan: Facebook X

Banjarbaru Emas 2

Jurnalis — Meridian News
Iklan — 728×90
Zona Iklan
Iklan — 728×90

💬 Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.