Kampung Mbaroh Awali Peta Jalan “Mbaroh Aero Kalcer 2026”, Perkuat Identitas Budaya Penunjang Aerocity Banjarbaru

waktu baca 3 menit
Selasa, 23 Des 2025 12:20 421 Banjarbaru Emas 2

BANJARBARUEMAS.COM — Kampung Mbaroh, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, akan menggelar kegiatan kickoff peta jalan Mbaroh Aero Kalcer 2026 pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan Kampung Mbaroh sebagai kampung budaya yang berorientasi pada pengembangan ekonomi kreatif, sejalan dengan visi Banjarbaru sebagai kota kreatif sekaligus kawasan penunjang aerocity.

Peluncuran peta jalan tersebut menandai komitmen masyarakat Kampung Mbaroh dalam membangun identitas budaya yang terencana, berkelanjutan, dan terhubung dengan agenda pembangunan kota.

Program Mbaroh Aero Kalcer 2026 dirancang sebagai kerangka kerja jangka menengah untuk mengintegrasikan seni, budaya, edukasi, dan aktivitas ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Ketua Pelaksana kegiatan, Joko Admadi, menyampaikan bahwa kickoff ini tidak sekadar seremoni, melainkan titik awal gerakan kolektif warga dalam memposisikan Kampung Mbaroh sebagai bagian penting dari ekosistem kreatif Kota Banjarbaru.
“Kickoff ini menjadi titik awal pengenalan Mbaroh sebagai kampung budaya. Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa budaya adalah kekuatan, dan dari sanalah potensi kreatif masyarakat bisa tumbuh. Kampung Mbaroh siap mendukung Banjarbaru menjadi kota kreatif dan kawasan pendukung aerocity,” ujar Joko.

Menurut Joko, keberadaan Kampung Mbaroh yang berada di wilayah strategis penyangga bandara memberikan peluang besar untuk mengembangkan konsep kampung budaya yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada wisata edukasi. Melalui peta jalan Mbaroh Aero Kalcer 2026, berbagai program akan disusun secara bertahap, mulai dari penguatan komunitas seni, pengembangan produk kreatif warga, hingga penataan kawasan berbasis budaya.

Rangkaian kegiatan kickoff akan diisi dengan beragam pertunjukan seni dan aktivitas budaya yang melibatkan warga lintas generasi. Koordinator Bidang Penyelenggaraan Program dan Kegiatan Ekonomi Kreatif KEK Banjarbaru Emas, Isuur Loeweng Suroto, menjelaskan bahwa agenda acara dirancang untuk menampilkan kekayaan budaya sekaligus potensi sosial ekonomi Kampung Mbaroh.
“Agenda kegiatan antara lain penampilan seni reog, kunjungan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai representasi penguatan ekonomi berbasis komunitas, pertunjukan campursari, serta kegiatan kebersamaan di kawasan eduwisata Kampung Mbaroh. Ini menjadi ruang belajar bersama, sekaligus etalase potensi kampung,” kata Isuur.

Selain pertunjukan seni, kegiatan kickoff ini juga menjadi ajang konsolidasi antarwarga dan pemangku kepentingan untuk memperkuat jejaring kolaborasi dalam pengembangan kampung budaya.

Koordinator Bidang Penyelenggaraan Program dan Kegiatan Ekonomi Kreatif, Isuur Loeweng Suroto, menambahkan bahwa pengembangan Kampung Mbaroh harus dirancang agar memiliki dampak jangka panjang bagi penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.
“Melalui Mbaroh Aero Kalcer 2026, kami mendorong agar setiap program benar-benar memberi dampak jangka panjang bagi penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan kemandirian masyarakat.”ucapnya.

Sebagai simbol dimulainya program Mbaroh Aero Kalcer 2026, kegiatan kickoff akan diawali dengan prosesi pemotongan tumpeng. Prosesi ini dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus penanda dimulainya perjalanan Kampung Mbaroh menuju kampung budaya yang berdaya dan berkelanjutan.

Acara dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.30 Wita hingga selesai, bertempat di Jalan Sumber Murni, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum, baik warga sekitar maupun komunitas seni dan budaya dari wilayah lain di Banjarbaru.

Melalui kegiatan ini, Kampung Mbaroh diharapkan semakin dikenal sebagai kampung budaya yang aktif, kreatif, dan partisipatif. Lebih jauh, program Mbaroh Aero Kalcer 2026 diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, sekaligus memperkuat peran kampung-kampung tematik dalam mendukung arah pembangunan Kota Banjarbaru ke depan.(be)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA