BANJARBARUEMAS.COM — Pemerintah Kota Banjarbaru menyelesaikan rehabilitasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Darul Falah Cempaka Unit 027 di Jalan H. Mr. Cokro Kusumo, RT 10/RW 04, Kelurahan Cempaka.
Perbaikan tersebut membuat sekitar 65 santri yang belajar di unit itu kini memiliki ruang belajar yang lebih nyaman, aman, dan layak.
Sebelum direnovasi, bangunan yang telah digunakan untuk kegiatan pembelajaran selama bertahun-tahun itu mengalami kerusakan akibat usia. Dinding kayu mulai lapuk, sejumlah bagian bangunan mengalami penurunan kondisi, sementara atap bocor ketika hujan.
Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby mengatakan rehabilitasi tersebut diharapkan dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi para santri.
“Pengerjaan rehabilitasi TP Al-Qur’an Darul Falah RT. 10 RW. 04 Kelurahan Cempaka telah selesai dilaksanakan. Perbaikan ini diharapkan dapat memberikan tempat belajar yang lebih nyaman, aman, dan layak bagi para santri,” kata Lisa.
Menurut Lisa, perbaikan sarana tersebut diharapkan turut mendukung kelancaran proses pembelajaran Al-Qur’an. Ia juga berharap kondisi tempat belajar yang lebih baik dapat meningkatkan semangat para santri dalam menuntut ilmu.
“Semoga dengan selesainya rehabilitasi ini, proses pembelajaran Al-Qur’an dapat berjalan lebih lancar, nyaman, dan optimal, serta semakin meningkatkan semangat para santri dalam menuntut ilmu dan memperdalam pendidikan keagamaan,” ujarnya.
Rehabilitasi itu menjadi titik penting bagi TPA Darul Falah yang telah hadir selama lebih dari tiga dekade. Lembaga tersebut didirikan pada 1 Juli 1992 sebagai bentuk kepedulian masyarakat dalam memberikan pendidikan Al-Qur’an kepada anak-anak di sekitar Masjid Darul Falah.
Pada awal berdirinya, TPA Darul Falah dikelola oleh Majelis Ta’lim Ibu-Ibu Masjid Darul Falah. Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, para pengurus dan pengajar memberikan pembelajaran Al-Qur’an serta pendidikan keagamaan kepada anak-anak di lingkungan sekitar.
Seiring perjalanan waktu, jumlah santri terus berkembang. Saat ini, TPA Darul Falah memiliki sekitar 252 santri. Dari jumlah tersebut, sekitar 65 santri mengikuti kegiatan belajar di unit yang menempati bangunan yang baru selesai direhabilitasi.
Bangunan yang kini telah diperbaiki itu juga memiliki sejarah tersendiri. Sebelum digunakan sebagai tempat belajar Al-Qur’an, bangunan berbahan kayu tersebut pernah difungsikan sebagai kantor pembakal atau kepala desa setempat.
Setelah tidak lagi digunakan sebagai kantor pembakal, bangunan tersebut sempat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan. Sejak sekitar tahun 2000-an, bangunan itu kemudian digunakan sebagai sarana pembelajaran Al-Qur’an di bawah naungan TPA Darul Falah.
Namun, penggunaan selama lebih dari 20 tahun tanpa perbaikan menyeluruh membuat kondisi fisiknya semakin menurun.
Dinding papan mulai mengelupas dan lapuk. Struktur pintu juga mengalami kerusakan, sedangkan bagian atap mengalami kebocoran saat hujan turun.
Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar para santri tidak selalu berlangsung dalam keadaan ideal. Ketika hujan deras, air dapat masuk ke ruang belajar melalui bagian atap yang bocor.
“Atap ruangan ini kalau hujan pasti basah karena bocor, makanya dipenuhi jejak bercak air yang menghitam menandakan bahwa setiap kali hujan deras mengguyur kebocoran atap terjadi di berbagai titik dan menggenangi area belajar para santri,” kata Kepala TPA Darul Falah Cempaka Unit 027, Nelly Qurrata Aini.
Keterbatasan fasilitas itu selama ini juga dihadapi dengan kemampuan swadaya. Nelly mengatakan, pengelola TPA belum pernah memperoleh bantuan resmi pemerintah untuk kebutuhan perbaikan bangunan tersebut.
“Sejak dahulu, jujur belum pernah ada bantuan resmi dari pemerintah yang mengalir ke TPA kami. Apabila ada kebutuhan mendesak atau kerusakan fasilitas yang harus segera ditangani, selama ini kami murni mengandalkan swadaya pengurus serta sumbangan sukarela dari para orang tua santri,” ungkap Nelly.
Meski fasilitas terbatas, kegiatan pembelajaran tetap berjalan. Aktivitas di bangunan tersebut sebelumnya difokuskan untuk jenjang pembelajaran Iqra, sementara pembelajaran untuk jenjang Al-Qur’an dialihkan ke lokasi pendukung lainnya.
Persoalan kondisi bangunan kemudian mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby ketika meninjau TPA Darul Falah pada April 2026.
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi pengelola untuk menyampaikan kondisi bangunan dan kebutuhan rehabilitasi. Perhatian itu kemudian berlanjut hingga proses renovasi dilaksanakan dan kini telah selesai.
Bagi Nelly, perhatian tersebut menjadi hal yang sangat berarti. Ia mengatakan pengajuan bantuan renovasi yang disampaikan pengelola mendapat respons dari pemerintah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Wali Kota, karena pengajuan kami terkait renovasi bangunan ini langsung direspons cepat tanpa penundaan,” ujar Nelly.
Menurut dia, rehabilitasi tersebut memberikan harapan baru bagi para santri agar dapat mengikuti pembelajaran dalam kondisi bangunan yang lebih aman dan nyaman.
“Terima kasih banyak Ibu Wali Kota, semoga berkah, selalu sehat, dan dilancarkan dalam menjalankan tugas memimpin daerah. Mudah-mudahan dengan renovasi ini nantinya, para santri kami bisa makin semangat menuntut ilmu dalam kondisi bangunan yang aman, kokoh, dan nyaman,” katanya.
Kini, setelah rehabilitasi selesai, perubahan kondisi bangunan mulai dirasakan langsung oleh para santri. Ruang belajar yang sebelumnya menghadapi persoalan kebocoran dan kerusakan akibat usia telah diperbaiki dan kembali digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Nelly menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarbaru, khususnya Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby, atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
“Kami keluarga besar TPA Darul Falah Cempaka Unit 027 mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota, terkhusus kepada Wali Kota Banjarbaru Ibu Lisa atas perhatian dan bantuan dalam renovasi TPA Darul Falah Cempaka Unit 027 yang kini telah selesai,” kata Nelly, Rabu (7/10/2026).
Ia mengatakan, selesainya rehabilitasi memberikan perubahan nyata bagi kegiatan belajar para santri.
“Alhamdulillah, dengan selesainya renovasi ini, para santri dapat belajar dengan lebih nyaman, aman, dan layak,” ujarnya.
Bagi Nelly, bantuan tersebut bukan sekadar memperbaiki kondisi fisik bangunan. Perhatian pemerintah juga dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi Qur’ani di Banjarbaru.
“Bantuan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi Qur’ani,” katanya.
Setelah bangunan kembali layak digunakan, Nelly berharap TPA Darul Falah dapat terus berkembang dan menjadi tempat bagi anak-anak untuk mendalami Al-Qur’an sekaligus pendidikan agama.
Ia juga berharap kebaikan dan perhatian yang diberikan kepada TPA Darul Falah menjadi amal yang terus memberikan manfaat.
“Semoga segala kebaikan dan perhatian yang telah diberikan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ucapnya.
Views: 199
Tidak ada komentar