BANJARBARUEMAS.COM – Bank Sampah Jolali di Kelurahan Loktabat Utara, Kota Banjarbaru, meluncurkan EcoCard Jolali, kartu tabungan sampah digital berbasis QR Code yang menjadi inovasi baru dalam pengelolaan bank sampah. Sistem ini menggantikan pencatatan manual menjadi layanan digital yang lebih cepat, akurat, transparan, dan efisien.
Peluncuran EcoCard menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi pengelolaan lingkungan berbasis teknologi. Dengan memanfaatkan Google Forms, Google Sheets, dan WhatsApp Business API, seluruh transaksi penimbangan sampah dapat tercatat secara real time, sehingga memudahkan pengelola maupun nasabah dalam memantau data tabungan sampah.
Melalui EcoCard, setiap nasabah memiliki kartu identitas digital yang dilengkapi QR Code. Saat menyetorkan sampah, petugas cukup memindai kartu tersebut untuk mencatat identitas nasabah, jenis sampah, berat timbangan, hingga nilai ekonomi yang diperoleh. Sistem ini tidak hanya mempercepat proses pelayanan, tetapi juga meminimalkan potensi kesalahan pencatatan yang kerap terjadi pada sistem manual.
Bank Sampah Jolali merupakan pusat pengelolaan dan daur ulang sampah berbasis masyarakat yang berlokasi di Jalan Kebun Karet, Gang Jolali Ujung Nomor 52, RT 18 RW 07, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru. Berada dalam satu kawasan dengan galeri kerajinan Rumah Limbah Bonkla Borneo, bank sampah ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah anorganik menjadi tabungan bernilai ekonomi.
Kegiatan penimbangan sampah dilaksanakan setiap Minggu pukul 15.00 hingga 18.00 Wita. Masyarakat membawa sampah yang telah dipilah dari rumah, seperti plastik, kertas, kardus, dan logam dalam kondisi bersih.
Sampah kemudian ditimbang, dinilai sesuai harga yang berlaku, dan hasilnya masuk sebagai saldo tabungan nasabah melalui sistem digital.
Tidak berhenti sebagai tempat pengumpulan sampah, Bank Sampah Jolali juga menerapkan sistem hilirisasi. Sampah yang terkumpul tidak dibuang ke tempat pemrosesan akhir, melainkan diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai jual di Rumah Limbah Bonkla Borneo. Konsep ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui prinsip ekonomi sirkular.
Pengembangan Bank Sampah Jolali turut mendapat dukungan dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah melalui Program Desa Berdaya PLN Jolali. Dukungan tersebut diwujudkan antara lain melalui penyediaan Motor Listrik Sampah (MOLISA) sebagai armada operasional pengangkutan sampah warga yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Lurah Loktabat Utara, Dedy Wahyudie, mengapresiasi peluncuran EcoCard Jolali sebagai wujud nyata inovasi masyarakat dalam mendukung pembangunan lingkungan berkelanjutan di Kota Banjarbaru.
“Kelurahan Loktabat Utara memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Sampah Jolali atas peluncuran EcoCard Jolali. Langkah ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen kita bersama untuk mendukung arah kebijakan Ibu Wali Kota dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang modern dan berkelanjutan,” ujar Dedy, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, digitalisasi layanan bank sampah selaras dengan upaya Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun tata kelola yang semakin efisien, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Digitalisasi melalui EcoCard Jolali merupakan lompatan penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola bank sampah. Peralihan dari sistem pencatatan manual ke mekanisme digital membuat pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menabung sampah,” ujar Dedy.
Dedy berharap inovasi tersebut mampu memperluas partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan bank sampah di wilayah lain.
“Kami berharap inovasi ini dapat mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas di Loktabat Utara untuk terus aktif memilah sampah dari rumah. Teknologi hanyalah alat, sedangkan kunci utamanya adalah kesadaran masyarakat. Jika semakin banyak warga menjadikan memilah sampah sebagai kebiasaan dan memanfaatkan Bank Sampah Jolali, saya yakin kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, masyarakat yang lebih sehat, serta Banjarbaru yang semakin hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya.(be)
181
Tidak ada komentar