BANJARBARUEMAS.COM — Pemerintah Kota Banjarbaru menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Senin (5/1/2026). Bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial Kota Banjarbaru dengan dukungan Polsek Liang Anggang, Pangkalan TNI AU Sjamsudin Noor, serta pemeriksaan kesehatan oleh Puskesmas Landasan Ulin Timur bagi warga di lokasi pengungsian.
Banjir yang merendam kawasan Perumahan Terrace Pelangi, Jalan Tambak Buluh, memaksa puluhan warga meninggalkan rumah mereka. Sebagian besar pengungsi ditempatkan di Aula Kantor Kelurahan Landasan Ulin Timur yang dibuka sebagai posko pengungsian sementara sejak Selasa (6/1/2026).

Data sementara mencatat sebanyak 52 kepala keluarga dengan total 181 jiwa terdampak banjir. Air menggenangi rumah warga selama hampir sehari semalam dengan ketinggian bervariasi, mulai dari selutut hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Sejak pagi hingga siang hari, petugas gabungan dari Kelurahan Landasan Ulin Timur, BPBD Kota Banjarbaru, TNI, dan Polri melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet. Warga yang dievakuasi turut membawa barang-barang penting untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Kapolsek Liang Anggang, Kompol Imam Suryana, mengatakan hampir seluruh rumah di Perumahan Terrace Pelangi terdampak banjir dan lebih dari 100 jiwa terpaksa mengungsi.
“Hampir semua rumah terdampak. Warga yang mengungsi kami bawa ke Kantor Kelurahan Landasan Ulin Timur di Jalan Trikora sebagai lokasi pengungsian sementara,” ujar Imam.
Kunjungan dan penyerahan bantuan juga dilakukan oleh Tenaga Ahli Wali Kota Banjarbaru Prof. Husaini, bersama jajaran Dinas Sosial, BPBD Kota Banjarbaru, serta anggota DPRD Kota Banjarbaru. Selain bantuan logistik berupa bahan makanan dan pakaian, warga pengungsi juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia.

Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby turut meninjau langsung kondisi warga yang mengungsi di Aula Kelurahan Landasan Ulin Timur. Kehadiran orang nomor satu di Kota Banjarbaru itu menjadi penguat moril bagi warga yang terdampak.
Lurah Landasan Ulin Timur, Amirullah, menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 17 kepala keluarga dengan 48 jiwa yang mengungsi di kantor kelurahan. Mayoritas pengungsi adalah ibu-ibu, anak-anak, dan balita.
“Mereka sudah satu malam mengungsi di sini. Sebagian warga lain, terutama laki-laki, memilih bertahan di rumah untuk menjaga barang dan memantau kondisi air,” kata Amirullah.
Ia menambahkan, banjir juga sempat melanda RT 4 RW 4 Kelurahan Landasan Ulin Timur tiga hari sebelumnya dan berdampak pada tujuh kepala keluarga.
Salah satu pengungsi, Siti Jamilah, mengatakan masih bertahan di posko karena kondisi rumahnya belum sepenuhnya aman.
“Kemarin air setinggi lutut orang dewasa. Sekarang memang mulai surut, tapi belum tahu kapan bisa pulang,” ujarnya.

Menurut Siti, banjir di kawasan tersebut bukan peristiwa baru. Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian serupa terus berulang.
“Sudah tiga kali banjir. Tahun 2021, Januari 2025, dan sekarang ini,” katanya.
Pemerintah Kota Banjarbaru memastikan proses evakuasi, distribusi bantuan, dan layanan kesehatan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing.(be)